Lupa yang Tak Pernah Sempurna

Lupa yang Tak Pernah Sempurna

  • WpView
    GELESEN 24
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Juni 6, 2025
Ada kehilangan yang tidak ingin pergi, dan ada kenangan yang menolak pudar-buku ini lahir dari ruang-ruang di antaranya. Lupa yang Tak Pernah Sempurna adalah tulisan seseorang yang mencoba melupakan. Bukan karena lemah, tapi karena ia tahu melupakan bukan soal menghapus, melainkan menerima bahwa tidak semua hal bisa selesai. Dalam tiap larik dan jeda, tulisan ini mengajak pembaca menyusuri sunyi, mengakrabi luka, dan menyentuh sisi-sisi rapuh dalam diri tanpa tergesa-gesa. Ditulis dengan bahasa yang lembut dan penuh makna, tulisan ini cocok bagi siapa pun yang sedang menata hatinya, perlahan, dan diam-diam. Untukmu yang masih menyimpan, dan diam-diam belajar melepaskan.
Alle Rechte vorbehalten
#998
quotes
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Can You Give Me One More Chanche
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Red
  • I'M NOT FINE (TAMAT)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Almost.
  • Repui (SELESAI)☑️
  • Jatuh Cinta itu Luka

Aku hanya lupa bagaimana caranya menyatakan cinta... dan menjaga hatinya. ~rendy *** "buku ini, menceritakan kisah sebuah hati yang mengalami rasa sakit berkali-kali, hancur berkeping berulang kali, tapi tidak pernah menyerah untuk mencintai. Intinya hati kita itu kuat buat melakukan itu semua, cuma mungkin karna kita merasa tidak kuat menahan rasa sakit nya... kita menyerah gitu saja. Padahal masih ada kesempatan, inti dari cerita ini adalah kisah sebuah hati yang membutuhkan kesempatan." Jawab ku mengakhiri pertanyaan sang wartawan itu. kini semua nya berdiri dan memberikan tepuk tangan pada ku. Tapi satu-satu nya objek yang berulang kali aku tatap adalah gadis itu. sejak dulu aku tidak pernah bisa mengalihkan tatapan ku dari nya, kini itu pun terulang lagi. Ya Tuhan, jagalah kebahagiaan nya untuk ku.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien