Story cover for Kabut  by fajr_arvi
Kabut
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 05, 2025
Kandita Putri tumbuh dengan luka yang tak terlihat. Sejak ayahnya meninggal, rumah tak lagi menjadi tempat aman, melainkan ruang sunyi yang penuh tuntutan dan diam. Di mata ibunya, ia selalu salah. Di bayang-bayang adiknya yang sepuluh tahun lebih muda, ia merasa tak pernah cukup.

Sebagai anak sulung, Kandita dituntut kuat, dewasa, dan sempurna. Tapi siapa yang akan memeluknya ketika ia jatuh? Siapa yang akan mendengarkannya saat dunia terasa berat? Ia menyimpan segalanya sendiri-kecemasan, ketakutan, dan rasa sepi yang makin menumpuk.
All Rights Reserved
Sign up to add Kabut to your library and receive updates
or
#916diary
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Sempat Yang Tak Pernah cover
REKSA: The Last Bell cover
Arah Pulang cover
DIMENSI WAKTU cover
DIKALA SALING cover
Riuh Dalam Sunyi cover
Forever just a dream (𝙊𝙣 𝙂𝙤𝙞𝙣𝙜)  cover
Sejenak Luka cover
Suara Yang Tak Pernah Di Dengar  cover
Time Loop cover

Sempat Yang Tak Pernah

12 parts Complete

Tidak semua luka berasal dari kebencian - beberapa justru tumbuh dari cinta yang tak pernah utuh. Ia tumbuh bersama bayang-bayang seorang ayah yang selalu tampak kuat, tapi terlalu sering tidak ada. Janji yang diucapkan dengan mata penuh harapan seringkali tak pernah ditepati. Ulang tahun yang dilupakan, pertunjukan yang tak ditonton, tangisan yang tidak dipedulikan. Dan meski mulutnya tak pernah mengucap, hatinya diam-diam belajar kecewa. Namun setiap malam, ia tetap menatap bintang yang dulu ditunjukkan ayahnya. Bintang yang katanya akan selalu menjadi penuntun. Ironisnya, bintang itu masih di sana, bersinar terang, seolah menjadi satu-satunya hal yang tetap setia. Ia ingin marah, tapi tak bisa. Ia ingin melupakan, tapi kenangan terlalu kuat. Dan dalam diam, ia menyadari... mungkin ayahnya tidak sempurna, tapi ia juga tidak pernah benar-benar berhenti mencintainya. Ini adalah cerita tentang anak yang belajar memaafkan meski tak semua luka bisa sembuh, dan tentang ayah yang dicintai dalam diam, meski pernah jadi sumber dari segala kecewa.