Sunyi Dalam Diri

Sunyi Dalam Diri

  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 19, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Ia tersenyum setiap hari. Tertawa di tengah teman-teman. Tampak kuat dan bahagia-seolah tak ada yang salah. Tapi di balik semua itu, ia menyimpan luka yang tak pernah hilang. Masa lalu tak pernah benar-benar pergi. Ia mencoba melupakan, berpura-pura tak pernah terluka. Namun kenangan lama selalu menemukan jalan pulang, membisikkan rasa takut, marah, dan kehancuran yang pelan-pelan merayap kembali. Ada suara lain dalam dirinya-satu sisi yang selama ini ia tekan, yang perlahan bangkit. Bukan untuk disembuhkan... tapi untuk mengambil alih. Ketika kenyataan dan masa lalu saling bertabrakan, dan kepercayaan menjadi barang langka, hanya ada dua pilihan: tetap bertahan dengan senyum palsu... atau membiarkan dirinya hancur sepenuhnya. Sebuah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang kepribadian yang retak, dan tentang sunyi yang terlalu lama dipendam.
Todos los derechos reservados
#116
kepribadianganda
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • The False Reality (TELAH TERBIT)
  • The Bridge Between Souls
  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti
  • ANTARA DOA DAN RASA

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido