Asha : Cakra Takdir

Asha : Cakra Takdir

  • WpView
    Reads 1,686
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 25, 2026
Di balik tabir waktu dan takdir, ada dua jiwa yang selalu mencari satu sama lain-Asha dan Devan. Cinta mereka telah terpatri sejak kehidupan pertama di zaman kuno. Sejak itu, mereka telah terlahir kembali, di kehidupan yang berbeda, dengan latar belakang yang berbeda, namun cinta mereka tetap sama-abadi, namun tak pernah utuh. Setiap kehidupan memberikan mereka harapan baru, kesempatan untuk bersama. Namun garis takdir menjadi musuh terbesar mereka yang selalu memisahkan sebelum cinta mereka sempat benar-benar berkembang. Seolah-olah semesta sendiri menolak mereka bersatu. Kini di kehidupan ketujuh-masa modern yang penuh teknologi dan kebebasan. Tanpa sadar, mereka perlahan mengingat masa lalu mereka, setiap pertemuan kembali menyulut bara cinta yang belum padam. Namun, waktu mereka tidak banyak. Sebuah ramalan kuno menyebutkan bahwa kehidupan ketujuh adalah kesempatan terakhir mereka-jika mereka gagal bersatu di kehidupan ini, roh mereka akan terpisah selamanya. Akankah mereka akhirnya bisa melawan takdir dan bersama? Atau akankah cinta mereka kembali menjadi kenangan yang tak selesai?
All Rights Reserved
#110
mahabharata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • The King & The Doctor
  • I Want to Live
  • Love at Time's Brink
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines