Karena kau ... Ayahku.

Karena kau ... Ayahku.

  • WpView
    LECTURAS 1,111
  • WpVote
    Votos 140
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 26, 2025
"Sejak ibu pergi, aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini. Harusnya, satu-satunya orang yang kupunya itu kau, karena kau ... ayahku." Ini hanya tentang Arvino Ravindra, seorang anak laki-laki yang mencoba bertahan hidup dekat dengan seseorang yang memiliki darah sama dengannya. "Dia mungkin tak mengenalku, meski begitu, biarkan aku di dekatnya. Aku hanya ingin melihatnya dan memastikan dia baik-baik saja." Picture : Meta AI Font : Andallan Demo, Bambu Edit : Text On Photo Start : End :
Todos los derechos reservados
#430
menikah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Regan dan Cintanya [END]
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • ALZELVIN
  • ALBARISUS ✔
  • Different [END]
  • REIGA : Ayah Sambung Anakku [√]
  • CEO Sombong || End (Remake)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Mahkota [The Circle Series #1]
  • BETWEEN

"Aquila hamil anak aku, Bunda!" suara serak itu membuat semua orang terkejut. Aquila yang akan membuka pintu menegang, ia tak menyangka Regan akan sadar saat dirinya belum pergi dari sana. Ditambah lagi kini Renatha menatap Aquila dengan tatapan datar, tak ada senyum hangat seperti biasanya. Gadis itu benar-benar takut dengan apa yang terjadi selanjutnya karena tatapan Renatha benar-benar berbeda. " Kenapa kamu gak jujur? Kamu mau bunuh anak itu atau masih mau mempertanyakan dia ? Bunda kecewa sama kamu Aquila, harusnya kamu ngomong sama Bunda" kata Renatha dengan air mata yang mulai berjatuhan. "Aquila nggak mau masa depan Regan hancur karena anak yang Aquila kandung." jawabnya pelan. "Hidup aku yang akan hancur, kalau kamu pergi begitu aja tanpa memberitahu kebenarannya. Aquila!" tandas Regan, matanya sudah berkaca-kaca karena perkataan Aquila. "Bunda kecewa sama kamu, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu. Hidup keluarga kami yang akan hancur jika kamu nggak jujur, nak." kata Renatha pelan. Sebagai seorang wanita yang pernah mengalami hal yang sama, tentu Renatha tau betul apa yang Aquila rasakan. Ia juga pernah mengalami itu saat hamil si kembar.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido