TO THE ONE WHO WAITED FOR BLUE

TO THE ONE WHO WAITED FOR BLUE

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 7, 2025
Kau tahu, tidak semua bunga mekar pada waktunya. Ada yang gugur bahkan sebelum sempat bernapas. Ada yang tumbuh dalam diam, menunggu musim yang tak kunjung datang. Dan ada aku-yang menunggumu. Orang bilang, mawar biru itu mitos. Ia tak akan pernah tumbuh, karena biru adalah warna langit, bukan tanah. Tapi aku tetap menanamnya. Di setiap langkahku, di setiap doa yang tak bersuara, aku menanam harap bahwa suatu hari, biru akan tumbuh di antara retakan waktu. Hari ini, tanahnya masih kosong. Tapi aku tetap di sini, dengan tangan kotor dan hati yang penuh. Karena cinta yang tumbuh tanpa kepastian, adalah cinta yang paling setia. Untukmu yang tak kembali, dan untuk diriku yang tak bisa berhenti menunggu- bunga ini, meski tak pernah mekar, akan tetap ku panggil: milikmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Tertinggal di Hari Rabu
  • SATELLITE
  • Feeling Blue
  • Stand By Me
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • I Loved You
  • KITA YANG HAMPIR SELAMANYA
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)

Blurb Di hari Rabu itu, segalanya bermula tapi segalanya pula tertinggal. Sebuah email tanpa nama dan nama pena yang menyimpan rahasia. Pertemuan yang tak sengaja justru membuka ingatan lama sekaligus nyala baru dalam dada mereka. Mengetuk perlahan lalu membakar jiwa yang hampa. Jika cinta itu rumit, Anugrah ingin menyederhanakannya untuk Sasi, si rapuh yang keras kepala. ----

More details
WpActionLinkContent Guidelines