TO THE ONE WHO WAITED FOR BLUE

TO THE ONE WHO WAITED FOR BLUE

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kau tahu, tidak semua bunga mekar pada waktunya. Ada yang gugur bahkan sebelum sempat bernapas. Ada yang tumbuh dalam diam, menunggu musim yang tak kunjung datang. Dan ada aku-yang menunggumu. Orang bilang, mawar biru itu mitos. Ia tak akan pernah tumbuh, karena biru adalah warna langit, bukan tanah. Tapi aku tetap menanamnya. Di setiap langkahku, di setiap doa yang tak bersuara, aku menanam harap bahwa suatu hari, biru akan tumbuh di antara retakan waktu. Hari ini, tanahnya masih kosong. Tapi aku tetap di sini, dengan tangan kotor dan hati yang penuh. Karena cinta yang tumbuh tanpa kepastian, adalah cinta yang paling setia. Untukmu yang tak kembali, dan untuk diriku yang tak bisa berhenti menunggu- bunga ini, meski tak pernah mekar, akan tetap ku panggil: milikmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Money Machine: Blood And Trust (season 2)
  • Yang Tertinggal di Hari Rabu
  • The Blue Sweater And The Blur
  • Feeling Blue
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • TOO MUCH (Tamat)
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • THANK YOU KA

Musuh di luar sana tak lagi terlihat jelas. Ada seseorang yang sedang menunggu Kairo lengah, mengintai setiap celah, siap menjatuhkannya di saat paling rapuh. Tim yang selama ini Kairo bangun dengan susah payah kini jadi tanda tanya: siapa di antara mereka yang masih setia, dan siapa yang hanya menunggu untuk menusuk dari belakang? Ketegangan itu makin terasa saat Baby, istrinya yang tengah hamil besar, semakin bergantung padanya. Aruna, putrinya yang masih kecil juga kelemahannya yang paling berbahaya. Sementara itu, kabut dendam dan rencana jahat perlahan membelit mereka semua. Kairo harus membuka mata: tidak semua orang yang ia percayai layak berdiri di sisinya. Dan dalam permainan yang mengandalkan darah dan kepercayaan ini, satu kesalahan kecil bisa berarti kehilangan segalanya-cinta, keluarga, dan bahkan

More details
WpActionLinkContent Guidelines