Draft - Jalan Menuju Akhir

Draft - Jalan Menuju Akhir

  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 124
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2026
Sinopsis: Dunia telah merenggut segalanya darinya-keluarga, harapan, dan masa depan. Kini, ia kembali, tak lagi sebagai remaja biasa, melainkan sebagai bayangan yang diam-diam menyusun akhir dari semua yang telah merusaknya. Di balik senyap langkahnya, enam sosok hadir. Mereka tak dikenal oleh dunia, namun mereka bergerak-membimbing, menekan, dan mengatur setiap bagian dari rencana. The Hanged Man, yaitu Sang hakim yang menimbang kebenaran dengan neraca miring. The Emperor, Pemimpin rapuh yang menyembunyikan luka di balik mahkota. Justice, Anak kecil bisu dengan tatapan mata yang kosong. The Devil, Ilmuwan yang meracik lebih dari sekadar obat. The Death, Pembunuh bayaran yang menghapus jejak dengan tenang. Dan The Hermit, pria paruh baya yang menyimpan dua nama dalam kalungnya. Mereka duduk bersamanya, tak pernah jauh. Satu tujuan: mengakhiri semuanya. Namun ketika batas antara pengendali dan yang dikendalikan mulai kabur, satu pertanyaan menghantui- Siapa sebenarnya yang masih waras?
All Rights Reserved
#165
thriller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ✔ Beauty Assassin (COMPLETED)
  • XEANEE [On Going]
  • No Time To Die
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Gadis Pendiam Itu... Menarik
  • The Demon She Loves
  • Cold Like You [END]
  • THE CHAOS WITHIN: AWAKENING [Volume I]

"Apa kamu masih akan tetap membunuhku?" Wanita itu bergetar di bawah tekanan pria yang telah membunuh orang tuanya. Sebelah lengan sang wanita memegang pisau yang berkilat tajam. Jantungnya berdebar cepat. Hatinya diliputi antara keinginan untuk membalas dendam dan keterterikan yang sangat kuat. Wanita itu memalingkan wajahnya. Dia tidak tahan menatap iris biru muda yang menatapnya begitu intens. Karena dia telah jatuh cinta pada seorang iblis. Pembunuh kedua orang tuanya. "Tatap aku saat aku sedang berbicara denganmu" Jari sang pria membawa dagu wanita itu ke atas. Membawa iris lembut itu kembali menatapnya. "Apa kamu tetap akan membunuhku setelah ini?" Pria itu kembali menyatukan bibir mereka. Ini kisah tentang dendam dan cinta yang berbalut dengan darah dan air mata. Tentang pengkhianatan juga harapan. Tidak semua malaikat berhati suci dan tidak semua iblis berhati busuk.

More details
WpActionLinkContent Guidelines