Story cover for David  by Scamax_lembang
David
  • WpView
    LECTURES 725
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Chapitres 25
  • WpView
    LECTURES 725
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Chapitres 25
En cours d'écriture, Publié initialement juin 06, 2025
Ada seorang pria dari kalangan elit dan terbilang turunan mereka adalah bangsawan dan ia bernama David, dia memiliki seorang kekasih yang bernama Vanesha. Malahan mereka kenal semenjak mereka masih kecil dan keluarga mereka begitu dekat, hanya ada suatu tragedi dimana mereka harus berpisah. Bahkan si Vanesha ini dijodohkan oleh orangtuanya ... Itu membuat David patah hati dan harus merelakan Vanesha dengan keputusan orangtuanya, hingga David terpuruk sampai ia sering datang ke club hanya sekedar menghilangkan rasa patah hatinya. Tapi disana ia bertemu seorang wanita yang langganan bermain malam disana dan wanita itu jatuh hati pada David .. mungkinkah seorang David bakal jatuh cinta sama wanita malam ini? Atau ia masih belum move on sama kekasihnya Vanesha?
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter David à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#292kathrinajkt48
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Secarik Kertas Pengantar Tidur, écrit par Trustno11111
8 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes
Kini malam adalah sahabat sekaligus algojo bagi Naka. Seribu sembilan puluh lima kali matahari telah terbenam sejak hari itu-seribu sembilan puluh lima kali kegelapan datang menghampiri, membawa serta kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Dia mencoba segalanya. Minum susu hangat sebelum tidur. Menghitung domba hingga angka yang tak masuk akal. Bahkan meminum pil tidur yang membuat kepalanya berat seperti batu. Tapi tak satu pun berhasil mengusir bayangan itu-bayangan seorang wanita dengan senyum yang dulu mampu menerangi kegelapannya. "Tuhan," desisnya malam ini, suaranya parau seperti kertas yang tergores. "Aku mohon... biarkan aku tidur tanpa mimpi. Hanya untuk sekali ini saja." Bantalnya basah sebelum ia menyadari air mata yang mengalir. Tangannya mencengkeram erat-erat kain itu, seolah takut suara hatinya yang pecah akan terdengar oleh dunia. Tiga tahun. Waktu yang cukup untuk menyembuhkan luka, kata orang. Tapi mengapa lukanya justru semakin dalam? Bertemu Vanya dulu seperti menemukan oasis di tengah gurun kehidupan. Wanita itu memberinya warna-warna yang tak pernah ia kenal sebelumnya-kuning cerah tawa mereka di Bromo, biru tenang obrolan larut malam, merah jambu pipi Vanya saat marah. Tapi sekarang? Semua berubah menjadi abu-abu. Kenangan itu berubah menjadi kutukan. Setiap kali ia menutup mata, yang terlihat adalah wajah Vanya yang hancur saat terakhir kali mereka bertemu. "Kalau ini yang terbaik untukmu, Nak, aku ikhlas." Dan kebodohan-oh, kebodohannya yang tak termaafkan! Malam ini, Naka menyerah. Dia mengambil buku kecil yang tersembunyi di bawah bantal-saksi bisu dari semua penyesalan yang tak terucap. Halamannya sudah keriput oleh air mata dan jari-jari yang gemetar. Naka menutup buku itu perlahan, seperti menyimpan kembali potongan jiwanya yang tercecer. Di luar jendela, Jakarta masih berdenyut dengan lampu-lampunya yang tak pernah tidur. Tapi di kamar ini, yang ada hanya seorang lelaki dan malam yang tak pernah benar-benar berakhir.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Paint It All Red (18+) cover
Revenge [End] cover
Dating His Father cover
My Husband Amnesia (END) cover
Devil Inside Him cover
STILL SINGLE cover
Gadis Bukan Perawan [ Complete ] cover
Secarik Kertas Pengantar Tidur cover
Stay With You.. - Myungzy √ cover

Paint It All Red (18+)

28 chapitres Terminé Contenu pour adultes

[rated 19] Eleanor memejamkan matanya, merasakan sentuhan yang membuat darahnya berdesir hebat. "Kau paham, kan? Kau adalah satu-satunya lelaki yang mampu membuatku seperti ini." Eleanor kemudian menggigit bibirnya, menahan erangan keluar dari bibirnya. Lelaki tersebut terkekeh kecil, menaruh hidungnya di ceruk leher Eleanor, mencium wangi yang muncul dari wanita yang ada di bawahnya. "Akan ku pastikan, kau tidak akan mampu melupakanku, El." Ujarnya yang kembali mencium wanita itu dengan rakus. Eleanor tidak pernah berfikir bahwa hidupnya akan dikacaukan oleh laki-laki, karena menurut Eleanor, dia punya segalanya. Dia tidak membutuhkan cinta, yang dia butuhkan hanya status bangsawan dan uang. Kenikmatan duniawi? Bagi Eleanor hanya bonus. Mau dia merasakannya atau tidak, itu tidak masalah baginya. Eleanor menjambak rambut lelaki tersebut yang mulai memberinya ciuman di dadanya. "Kau milikku. Kau hanya milikku." "Benar. Aku adalah milikmu, El. Selalu." Respon lelaki tersebut yang melanjutkan untuk meninggalkan bercak kemerahan di seluruh tubuh Eleanor.