"Valerie, sang nyanyi jelita, bersuara merdu namun terkurung takdir.
Di panggung gemerlap, ia berdiri-namun jiwanya tak ikut menari.
Datanglah seorang pemetik dawai, berjiwa sunyi dan mata berawan,
menyulam nada, luka, dan bisu jadi nyanyian yang tak terucap.
Namun bayang-bayang lama mengendap,
dan masa silam menuntut hak untuk berbicara.
Di antara gema cinta dan gema kebenaran,
Valerie pun berdiri di persimpangan:
menjadi gema dari suara orang lain,
atau menyanyikan lagu hatinya sendiri-untuk pertama kali.
All Rights Reserved