MEMORIES; With (?)

MEMORIES; With (?)

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 24, 2025
Asyara Namina Shivaya Artaja, gadis pindahan dari Roma, Italia. Gadis bermata hazel dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Asya yang masa bodo dengan lawan jenis kecuali kepada sang Abang, Opa, juga sahabat laki-lakinya. Joel Immanuel Greyson Ford, Joel adalah sahabat kecil Asya, mereka sudah saling kenal sejak kecil, karena Ibu dari Joel menjadi Ibu Susu dari Asya. Arthur Alzein Nazendra, laki-laki pemilik mata elang dengan bola mata berwarna hijau, membuat sesiapa yang melihatnya merasa nafasnya tercekat. Arthur adalah most wanted Artaja Internasional High School atau AIHS, sekaligus laki-laki yang masuk list manusia yang wajib di jauhi oleh Asya. Kira-kira siapa yang akan menaklukkan hati Asya? Akankah Joel mampu? Atau malah Arthur yang memiliki hati gadis itu? Atau... Keduanya malah terjebak di zona 'Friend Zone'? Ayo cari tahu kelanjutan kisah mereka bertiga!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#101
gangmotor
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan