Addictive

Addictive

  • WpView
    Reads 2,970
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 9, 2025
Senna tak pernah berniat jatuh cinta pada Ares yang memesona sekaligus berbahaya. Tapi cinta tak pernah mengenal kata permisi. Apa yang dimulai dari tatap mata berubah jadi pusaran adiksi dan obsesi. Ares mencintai dengan cara yang brutal dan protektif, sedang Senna terlalu sadar bahwa hatinya tengah bermain api, tapi dia tetap memilih untuk terbakar. ADDICTIVE (18+) Toxic Romance Copyright © 2025 RN FADILAH. All rights reserved. June 8th, 2025 Publish: June 12th, 2025 Finish: Dilarang mengutip, menyalin, dan mempublikasikan ulang sebagian atau keseluruhan cerita ini tanpa izin.
All Rights Reserved
#104
remajadewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [✔️]
  • Unrequited Love
  • DREGAS: MY TOXIC BOYFRIEND
  • Memories in the Making [END]
  • Kai And Dolls
  • FASCINATE
  • DEMOND LORD'S LOVER
  • ONCE UPON NO TIME
  • 100DAYS WITH THE DOCTOR [END]

[MATURE] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, matanya beralih ke Asher, yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata, Asher melangkah mendekat, tatapannya dingin dan tajam. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangannya terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher-apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu yang Ren sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate-tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Tapi semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines