Addictive

Addictive

  • WpView
    Reads 3,306
  • WpVote
    Votes 262
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 9, 2025
Senna tak pernah berniat jatuh cinta pada Ares yang memesona sekaligus berbahaya. Tapi cinta tak pernah mengenal kata permisi. Apa yang dimulai dari tatap mata berubah jadi pusaran adiksi dan obsesi. Ares mencintai dengan cara yang brutal dan protektif, sedang Senna terlalu sadar bahwa hatinya tengah bermain api, tapi dia tetap memilih untuk terbakar. ADDICTIVE (18+) Toxic Romance Copyright © 2025 RN FADILAH. All rights reserved. June 8th, 2025 Publish: June 12th, 2025 Finish: Dilarang mengutip, menyalin, dan mempublikasikan ulang sebagian atau keseluruhan cerita ini tanpa izin.
All Rights Reserved
#107
remajadewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • Unrequited Love
  • Jika Saja Ku Tolak Cintanya (BAGIAN I)
  • FORBIDDEN ROSES [STEP BRO-SIS]
  • Our Chaotic Love  [ END ]
  • GRUNT NAVAREND | Dangerous Teacher [TAMAT]
  • 100DAYS WITH THE DOCTOR [END]
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • ONCE UPON NO TIME

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines