GEMA KIANA

GEMA KIANA

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 3, 2025
"Kadang hidup tuh kayak skripsi anak teknik. Banyak plot twist-nya, nggak semua orang bisa ngerti alurnya, dan paling bikin stres di bagian akhirnya." - Kiana Elira Saphira Dulu waktu kecil, Kiana Elira Saphira nggak pernah nyangka kalau cowok yang sering ngajakin dia balap sepeda tiap sore-bakal jadi calon suaminya sendiri. Gema Nata Wiratama, anak tetangga merangkap teman main kakaknya, dulunya cuma cowok cupu yang selalu ngajak lomba balap sepeda setiap sore. Yang kalau kalah, pura-pura ngambek. Dan kalau menang, nyengir lebarnya nggak kira-kira. Sekarang? Sekarang cowok itu udah jadi mahasiswa teknik mesin tingkat akhir, jago bongkar motor, hobi lempar jokes garing, dan... dijodohin sama Kiana. "Iya, jadi mulai sekarang kalian bisa saling kenal dulu lah ya. Nggak usah mikir nikah dulu, yang penting belajar saling ngerti." Kalimat itu keluar dari mulut Ayah, sore itu, tanpa aba-aba. Kiana melongo. Gema diam-lalu senyum kecil. Yang nyebelin, senyumnya itu bukan senyum kaget. Tapi... senyum yang udah tahu dari lama. "Kak Gema juga baru tahu soal ini, kan?" tanya Kiana cepat, setengah emosi. Gema hanya angkat bahu pelan. "Yaa... nggak juga sih." Kiana langsung berdiri, "SERIUSAN?!" Gema nyengir. "Tenang, aku nggak maksa kamu langsung sayang. Aku juga takut ditendang kalau bikin kamu kesel." Dan dari situ, semua berubah.
All Rights Reserved
#417
sion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Second
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Given || Ju Jihoon
  • The King & The Doctor
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • Love at Time's Brink
  • I Want to Live
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines