"Kadang hidup tuh kayak skripsi anak teknik. Banyak plot twist-nya, nggak semua orang bisa ngerti alurnya, dan paling bikin stres di bagian akhirnya."
- Kiana Elira Saphira
Dulu waktu kecil, Kiana Elira Saphira nggak pernah nyangka kalau cowok yang sering ngajakin dia balap sepeda tiap sore-bakal jadi calon suaminya sendiri.
Gema Nata Wiratama, anak tetangga merangkap teman main kakaknya, dulunya cuma cowok cupu yang selalu ngajak lomba balap sepeda setiap sore. Yang kalau kalah, pura-pura ngambek. Dan kalau menang, nyengir lebarnya nggak kira-kira.
Sekarang?
Sekarang cowok itu udah jadi mahasiswa teknik mesin tingkat akhir, jago bongkar motor, hobi lempar jokes garing, dan... dijodohin sama Kiana.
"Iya, jadi mulai sekarang kalian bisa saling kenal dulu lah ya. Nggak usah mikir nikah dulu, yang penting belajar saling ngerti."
Kalimat itu keluar dari mulut Ayah, sore itu, tanpa aba-aba.
Kiana melongo.
Gema diam-lalu senyum kecil.
Yang nyebelin, senyumnya itu bukan senyum kaget. Tapi... senyum yang udah tahu dari lama.
"Kak Gema juga baru tahu soal ini, kan?" tanya Kiana cepat, setengah emosi.
Gema hanya angkat bahu pelan. "Yaa... nggak juga sih."
Kiana langsung berdiri, "SERIUSAN?!"
Gema nyengir. "Tenang, aku nggak maksa kamu langsung sayang. Aku juga takut ditendang kalau bikin kamu kesel."
Dan dari situ, semua berubah.
All Rights Reserved