Last Dandelion

Last Dandelion

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Keinan menghabiskan waktunya hanya untuk berdiam diri menikmati hujan yang menemani tangisannya. Entah harus berapa kali jatuh bangun mengerjar cinta Dio, mantan kekasihnya. Lelaki bertubuh tinggi besar dan seorang CEO hotel berbintang, bermata nerd dan bulu halus tipis di lengannya, tak lupa juga jam Rolex yang menghiasi tangan dan lenggang seksi tubuhnya. Kumis tipis dan kulitnya yang bagai mertega berkualitas Eropa menyempurnakan pemandangan sesungguhnya kaum hawa. Kendati begitu Dio juga memiliki banyak relasi bisnis yang tak kalah berkelasnya, bapak Dio adalah salah seorang konglomerat yang hartanya tidak akan habis jika di makan tujuh turunan sekalipun. Entah apa yang dipikirkan Keinan sehingga Dia begitu ingin memiliki cinta seorang Dio. Keangkuhan Dio sendiri yang akan menghancurkan Keinan dan impian bodohnya. Bisakah keinan tetap bertahan sebagai Last Dandelion di hati Dio? Bisakah Dio meluluhkan hatinya dan memilih Kei sebagai wanita yang dicintainya dengan segala kekurangan Kei?
All Rights Reserved
#342
novelremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • My teaser Devil Prince✅ [MOVE TO MANGATOON]
  • KENZO [Revisi]
  • Selingkuhanku
  • Sweetest Fall
  • When Devil Meet His Destiny [𝙏𝙖𝙢𝙖𝙩]
  • The Crazy CEO (Crazy Series #1) (End)

[21+] Ada adegan dewasa yang eksplisit! Dia terbiasa memegang kendali-di ruang rapat, di ranjang, bahkan di hati wanita-wanita yang cuma mampir sementara. CEO muda berusia 27 tahun ini bukan hanya tampan dan tajir, tapi juga tahu persis bagaimana membuat wanita kehilangan akal sehat... dan pakaian. Lalu datanglah asisten pribadinya. Gadis polos dengan mata bening, rok selutut, dan nada bicara sopan yang justru menggoda naluri liarnya. Ia tak pernah menyentuh karyawan-sebelumnya. Tapi gadis ini? Dia terlalu lugu untuk dunia yang penuh jebakan seperti ini. Terlalu mudah diprovokasi. Terlalu manis saat menunduk. Dan terlalu cepat basah hanya karena satu bisikan di telinga: "Lembur di tempatku malam ini." Semula hanya permainan dominasi dan hasrat. Namun yang tak mereka sadari-ada batas tipis antara nafsu dan rasa. Dan begitu keduanya terjerat, tak ada yang bisa keluar tanpa luka... atau tanpa klimaks yang berulang-ulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines