The Quiet Possession

The Quiet Possession

  • WpView
    Reads 6,883
  • WpVote
    Votes 1,128
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Psychological
Crime
Sports
warning 21+ Velda hanya ingin bertahan hidup. Satu permintaan bantuan, satu langkah putus asa. Tapi jawaban yang datang bukan pertolongan, melainkan perjanjian. Ia dijebak dalam dunia milik Zane, pria dingin dan tak tersentuh yang memaksanya tinggal demi satu alasan, seorang anak. Di balik kekuasaan dan reputasi kelam Zane, tersembunyi obsesi yang perlahan berubah menjadi rasa yang tak bisa ia kendalikan. Sementara Velda, yang semula dipenuhi ketakutan, mulai menyusun rencana. Bukan untuk bertahan. Tapi untuk bebas-dengan atau tanpa sisa harga dirinya. Ketika cinta, kendali, dan luka saling bertabrakan, siapa yang akan menang? Dan siapa yang akan hancur? yuk baca cerita ini selengkapnya ;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secrets and Agreements
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • My Imperfect Man  -  (The End)
  • Permainan Terakhir [END]
  • Dosa dan Kenikmatan
  • His Prisoner
  • Fierce Love

Young Adult. Menjalani kehidupan sebagai seorang lady escort, bukanlah pilihan yang diinginkan Jean. Semuanya ia lakukan demi melunasi hutang yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui pekerjaannya termasuk ibu dan Nala, sahabat baiknya serta Arkan, kekasihnya. Hingga suatu hari, Benzana, cowok yang terkenal dengan kenakalan serta otaknya yang mesum itu memergoki Jean saat sedang bekerja. Membuat Jean bingung. Benzana, cowok yang notabene kekasih Nala itu mengetahui rahasia terbesarnya. "Cukup turutin kemauan gue, maka rahasia lo akan aman," ujar Benzana sembari menyunggingkan senyum smirk. Jean menatap tajam ke arah Benzana. "Jangan main-main sama gue, Ben." Benzana mendengus pelan. Kemudian tertawa sinis. "Harusnya lo yang jangan main-main sama gue, Jean." Kemudian cowok itu berjalan meninggalkan Jean yang menatapnya dengan sorot mata berapi-api. Namun langkahnya terhenti. "Ngomong-ngomong, badan lo oke juga," ujarnya tanpa membalikkan badan lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Bangsat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines