Di Balik Pita Merah

Di Balik Pita Merah

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 10, 2025
"Dia anak baik. Selalu tersenyum. Nilainya sempurna." Lalu kenapa setiap kali dia tersenyum, seseorang menghilang? Aurelia Kayla, 17 tahun. Cantik, lugu, dan punya cara bicara yang lembut. Tapi sesuatu dalam dirinya... tidak seimbang. Dia tidak menangis saat temannya menghilang. Dia tidak takut saat nama-nama satu per satu dicoret dari daftar hadir. Sebaliknya, dia mengamati. Menghafal. Menyusun pola. Apa itu ketenangan? Atau justru kendali? Di balik pita merah yang manis dan wajah tanpa dosa, ada sesuatu yang berbisik keras di kepalanya. Dan dia mulai menuruti suara itu. > Mereka bilang dia terlalu polos untuk jadi pembunuh. Aurelia hanya tersenyum. Karena dalam pikirannya, semua ini bukan tentang salah atau benar. Ini tentang logika. Dan siapa yang layak... untuk bertahan. No plagiat-plagiat yaaa,, selamat menikmati readersss 🫶🤍
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CEYRON ALLISTAIR
  • Dentingan Peony[END]
  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • 4 PRINCE MAFIA [ON GOING]
  • Tidak ada yang pernah mendengar teriakku
  • Topeng di balik Senyuman

Hujan turun pelan di halaman belakang rumah keluarga Vallerion. Tapi buat Ceyron, hujan itu tak pernah sejuk selalu dingin, selalu nyakitin. Sama seperti keluarga yang sedang berdiri di hadapannya. Tubuhnya gemetar, bajunya sobek, tangannya diikat, mulutnya berdarah. Ia hanya bisa duduk lemah, menatap tiga kakaknya dan... Arienne. "Gue ini adik kalian," ucapnya pelan, nyaris seperti bisikan. Tapi yang ia dapat hanya tatapan kosong, datar dan mati rasa. Arienne maju duluan, senyumnya manis seperti biasa. "Maaf ya, Cey. Tapi lo tuh emang ga pernah cocok di sini." Dan tanpa banyak basa-basi, tombak tajam menembus dadanya. Bukan Arienne yang lempar. Tapi Ares, abang paling tua, yang katanya dulu pernah janji bakal lindungin dia. Janji kosong. Ceyron jatuh. Dunia jadi kabur. Dingin, gelap. Lalu semuanya... hening. ••••• 📌 Cerita ini adalah karya fiksi orisinal. Semua tokoh, latar, dan peristiwa di dalamnya adalah hasil imajinasi penulis. Dilarang menyalin tanpa izin! 📌 Sampul dibuat menggunakan template aplikasi Sampul Buku, dengan penyesuaian judul agar sesuai dengan isi cerita. • Senin, 26 Mei 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines