Pulang Untuk Siapa? (TERBIT)

Pulang Untuk Siapa? (TERBIT)

  • WpView
    Reads 1,448
  • WpVote
    Votes 206
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 20, 2025
"Rumah tidak selalu berbentuk bangunan" Kalimat itu terus berputar dalam benaknya, seakan menjadi satu-satunya pegangan yang tersisa dalam hidup yang mulai kehilangan arah. Ia kembali hanya karena tidak ada pilihan lain. Karena dunia di luar terlalu tajam, terlalu bising, terlalu kejam untuk seseorang yang bahkan tak yakin di mana letak hatinya sekarang. Dan saat ia berdiri diambang pintu benaknya berucap; pantaskah aku kembali pada rumah yang sudah lama aku tinggalkan? ────────────────── ✧ cerita ini diikutsertakan dalam event menulis tiga puluh hari bersama Lovrinz. #JAMUAN #EventMenulisLovrinz Copyright © 2025 by poetrisenjaa. All rights reserved.
All Rights Reserved
#127
ddeungromi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PRIHAL RUMAH DAN SEISINYA | ENHYPEN
  • DUNIA HAMPA
  • KERTAS dan KANVAS
  • Yogyakarta Mendarah
  • Kemana Arah Pulang?
  • Ihope as iwish
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • My Home [Hujan Series]

SPIN-OFF [HOME] "setelah bunda tiada, saya udah ga nganggap kalian sebagai saudara" - ini cerita Mahesa Jaceson Adhiwangsa, dan ketujuh adiknya yang seolah HARUS dipaksa mengerti mengenai suluk buluk getirnya kehidupan setelah kepergian bunda. kehidupan mereka perlahan-lahan mulai berubah, semesta seolah merenggut kebahagian yang mereka punya, rumah yang selama ini mereka huni itu seolah mulai roboh dan melukai penghuninya... dan dengan itu, mahesa selalu merenenggui sesuatu, dirinya selalu diliputi kesalahan ia merasa lalai, lalai karna dirinya merasa bunda akan selalu menyertai mereka dan terlambat menyadari jika bunda tidak akan hidup selamanya, mahesa terlalu fokus pada dirinya, fokus pada kesenangan semata sehingga abai dengan usia bunda. - "jika waktu dapat diulang, hesa cuma mau satu bun, hesa cuma mau belajar gimana rasanya hidup tanpa bunda." [ON GOING]

More details
WpActionLinkContent Guidelines