Bintang dan Bara

Bintang dan Bara

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bad Boy
Highschool
Enemies to Lovers
Audelya Physcilia punya hidup yang hampir sempurna. Ranking satu sepanjang tahun, dan sudah menjadi langganan di tiap olimpiade bidang sains. Tapi semuanya berubah di pagi sial itu-ketika sepeda kesayangannya dijatuhkan dengan sengaja oleh Sierro, si biang onar sekolah yang baru saja sampai di sekolah. Sierro Nathanael, si cowok tengil yang dikenal dengan tingkah berandalan dan reputasi buruk, tidak pernah menyangka akan membuat sepeda anak kesayangan sekolah sampai rusak karena kesengajaan dari Sierro yang tidak suka ada yang mengambil alih kereta besarnya. Tapi sejak insiden itu, Audelya tak lagi bisa diam. Ia menuntut permintaan maaf, kompensasi, bahkan laporan ke guru. Namun, satu permintaan langsung dari kepala sekolah terhadap Audelya membuat gadis itu terkejut dan enggan untuk melaksanakannya. Mengajar lelaki yang sudah menjatuhi sepeda kesayangannya? Tentu berat untuk Audelya. Sierro bukan bodoh. Ia hanya menyimpan trauma yang tak pernah ditangani. Dari guru dan murid dadakan, berubah jadi dua hati yang diam-diam mulai belajar saling memahami. Karena kadang, cinta juga butuh tutor. Lantas, siapa yang akan jatuh cinta duluan?
All Rights Reserved
#882
enemiestolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines