Mnemosyne: I'll Remember Someday

Mnemosyne: I'll Remember Someday

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
Ilia tidak ingin menjadi awal mula terjadinya peperangan. Oleh karena itu, di kehidupan kali ini ... Ilia tidak akan terikat dengan siapapun. Ayahnya, pengasuhnya, sahabatnya ... semua orang yang pernah Ilia kenal. "Nona! Ke mana saja Anda?! Kami semua mengkhawatirkan Anda ...." Pengasuhnya mengusap wajah seraya terisak. Dari belakang bisa terlihat sesosok bayangan mendekat, menarik tubuh Ilia ke dalam dekapannya. "Anak bodoh, kau kira aku tak bisa menemukanmu?" "Berterimakasihlah padaku. Tanpaku apa yang bisa kalian lakukan?" Sosok familiar berpakaian serba putih datang entah dari mana. "Hei, Ilia, bagaimana jika kau mengungkapkan rasa terima kasihmu itu dengan menjadi kekasihku?" Wahai Dewa di surga, inikah yang kau sebut dengan kebetulan?
All Rights Reserved
#568
memory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • AILIA (COMPLETED)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Kaca yang retak
  • Sekali Lagi (End)
  • Xagala
  • Bulan Retak di Langit Senja
  • Antara aku dan dunia

Saat rumah tak lagi terasa aman, justru seseorang yang tak pernah benar-benar kita miliki bisa jadi tempat pulang paling hangat. Masih Ada Kamu di Setiap Luka. Mengisahkan Nadira dan Arka-dua jiwa yang bertemu di masa sekolah, saling menemukan kenyamanan di tengah luka yang tak selalu terlihat. Di balik tawa yang disembunyikan dan keluarga yang mulai retak, Arka hadir tanpa banyak janji, tapi justru menjadi tenang yang selalu Nadira cari. Namun, tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang cukup datang sebentar, lalu pergi, meninggalkan bekas yang justru membuat kita tumbuh. Ini bukan sekadar kisah cinta pertama atau patah hati. Ini adalah cerita tentang bertahan. Tentang mengikhlaskan tanpa membenci. Tentang memilih bahagia, meski dengan luka yang masih menetap. Untuk siapa pun yang pernah mencintai diam-diam, kehilangan tanpa sempat memiliki, dan belajar bahagia dengan cara yang baru-kisah ini untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines