Cradle Of Thorns [aralev]

Cradle Of Thorns [aralev]

  • WpView
    OKUNANLAR 647
  • WpVote
    Oylar 114
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Haz 7, 2025
Apa kau pikir aku akan membiarkanmu mencintaiku dan tetap bebas?" Aralie tidak pernah tahu kalau dijadikan pengantin kerajaan adalah bentuk eksekusi yang lebih pelan. Dikirim ke Istana Gelap di puncak pegunungan berawan, ia dijodohkan dengan Leviandria, atau lebih tepat orang memanggilnya Levi, sang pemangsa darah abadi, pewaris kerajaan malam. Tapi Levi bukan makhluk biasa-dia adalah monster bertubuh manusia. Seorang futanari berdarah campuran werewolf dan vampir, pewaris yang dibesarkan tanpa cinta... dan kini menginginkan pemilikannya sendiri. Dalam hubungan mereka, tidak ada kata "saling". Yang ada hanya "menjadi milik". ⚠️ Cerita mengandung dominasi psikologis, futanari x girl, manipulasi emosional, dan romansa yang penuh duri.
Tüm hakları saklıdır
#603
gen12
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Pangeran Kegelapan
  • ETHEREAL [END]
  • SANG PENDEKAR
  • "Between Obedience and Desire" (KIMRINE.)
  • Vampire Castle
  • Little Gelandangan and Her Daddy Werewolf
  • Enough
  • Dark Angel

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi