OBELISK 2 [END]

OBELISK 2 [END]

  • WpView
    Leituras 22,537
  • WpVote
    Votos 2,482
  • WpPart
    Capítulos 45
WpMetadataReadConcluída qui, nov 13, 2025
Setelah melewati pertempuran yang menyatukan mereka, delapan anggota Obelisk kini dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih berbahaya. Musuh baru mengintai di bayang-bayang, rahasia lama mulai terkuak, dan setiap langkah membawa mereka semakin jauh dari zona aman. Di tengah kekacauan, ikatan mereka sebagai keluarga diuji: persahabatan retak, cinta yang tak terucap bersemi, dan pengkhianatan mungkin datang dari tempat yang paling tak terduga. Pertarungan bukan lagi sekadar tentang siapa yang lebih kuat, melainkan tentang pengorbanan, kesetiaan, dan keberanian untuk tetap bertahan bersama. Dalam dunia yang terus berubah dan penuh bahaya, mereka harus menemukan satu kebenaran sederhana namun sulit: kemenangan terbesar bukan soal mengalahkan musuh, tetapi tentang tetap berdiri di sisi mereka yang kita sebut keluarga-meski dunia berusaha merobohkan kita. CATATAN: Diwajibkan untuk membaca Obelisk terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke Obelisk 2. Terima kasih!
Todos os Direitos Reservados
#797
hyunlix
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Help, I'm a Zombie!
  • Heyu : Second Gear
  • Ervan Carolline
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • LORENZO
  • SALAH OBAT
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • ANOTHER TRACY
  • Side Character Syndrome
  • The Last Antagonis

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo