Genius Will Banned

Genius Will Banned

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
Desiran angin malam menyapu koridor aspal yang lembap, menabur bisikan ketakutan di setiap sudut kota Neo-Harmonia. Lampu jalan redup, seakan enggan menyinari rahasia paling kelam: kecerdasan di atas 140 kini dianggap senjata mematikan. ⚖️💥 Di balik palang besi yang menjulang, berdiri sebuah bangunan megah namun menyeramkan: Graha Rehabilitasi Pemuda "Purity". Pintu otomatisnya berderit, menelan satu per satu jiwa muda yang ketahuan punya "IQ terlarang". Hanya mereka yang berani menampar hukum-melawan status quo-yang bisa menghirup udara bebas lagi. 🤖⛓️ Dan malam ini, seorang gadis bermata tajam melangkah masuk dengan langkah tertatih, menahan gemuruh darimana pun. Namanya Lyaa. SMA biasa? Bukan. Dunia biasa? Apalagi. Lyaa menyimpan rahasia terbesar: dua puluh tiga huruf-"I-Q"-yang tak pernah diucapkan keras-keras. 📚🔒 > "Kapan pun aku membuka buku, semua angka dan rumus menari di kepala... Tapi di sini, logika adalah dosa." Gemuruh alarm kecil terngiang di telinganya ketika gelang sensor di pergelangan diaktifkan. Setiap detak nadinya terpantau, setiap gelagat terukur. Di ruang tunggu, wajah-wajah pucat terlihat sama: takut, marah, atau pura-pura pasrah. Lyaa? Ia menatap ke depan, suaranya terpendam: "Mereka pikir bisa memadamkan cahayaku... Tapi aku belum mulai bersinar." ✨
All Rights Reserved
#85
genius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yosan Ananda
  • SLOWLY
  • The Bringer of Destruction - [#BURNER 1]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Bangkitnya Elemen Cahaya
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Sharena [Completed]
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • Dark Princess (End)
  • SATU NYAWA TERLALU BANYAK || ON GOING

❗ Cerita ini masih tahap Revisi. Kalau Berminat membaca silahkan, Perlu Vote dan Follow dari Pembaca 🙏🏻 ❗ Peringatan: Novel ini mengandung adegan dan karakter dengan sifat gelap yang tidak layak untuk ditiru. ❗ Catatan: Novel ini berisi tema-tema gelap, seperti kekerasan, manipulasi, Bahasa Yang kasar dan eksplorasi sisi gelap manusia. Yang mungkin tidak memicu kenyamanan (tidak cocok) untuk pembaca. Deskripsi Cerita : Liana duduk di tepi pantai, jari-jarinya bermain dengan pasir yang lembut. Angin laut berhembus sepoi-sepoi, menerbangkan rambut panjangnya yang indah hingga menutupi wajahnya yang polos. Ia berusaha menyingkirkan rambutnya dengan tangan yang berpasir, sedikit mengernyit karena pasir menempel di wajahnya. Tiba-tiba, Yosan menyodorkan sebuah jepit mutiara ke arahnya. Mata Liana membulat, menatap jepit itu dengan heran. "Ini jepit aku," katanya, suaranya sedikit meninggi karena terkejut. "Aku cari-cari pantesan gak ada, kamu ambil ya?" tanyanya, matanya menyipit curiga. Yosan terkekeh geli, melihat ekspresi bingung Liana. "Enggak," jawabnya, masih tertawa kecil. "Itu ketinggalan di tali tas ransel aku, waktu kamu jepitin di tas aku." Yosan mengambil jepit itu dari tangan Liana dengan lembut. Ia kemudian menyisir poni samping Liana yang panjang dengan jarinya, lalu menjepitnya dengan jepit mutiara itu. Ia menatap wajah Liana yang polos dan cantik dengan tatapan lembut, senyumnya mengembang. "Liana," katanya, suaranya pelan dan menenangkan. "Siapa yang berani buat kamu nangis? Bilang ke aku." Liana menoleh ke arah Yosan, mengangkat dagunya sedikit, menunjukkan ekspresi sombong yang menggemaskan. "Kalau mamah aku, gimana?" tantangnya. Yosan tersenyum lebar, "Wah, kayanya aku gak berani ngelawan Li," balasnya, "Karena aku gak bisa melawan ibu bidadari. Takut gak di restuin," tambahnya, sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Liana tertawa kecil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines