Dekat, Tapi Tak Pernah Sampai

Dekat, Tapi Tak Pernah Sampai

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Nayla tak pernah mengira, pertemuan singkat di sudut tangga sekolah akan mengubah caranya memandang dunia. Rayhan, siswa baru yang tenang tapi hangat, mulai hadir dalam hari-harinya-mengucapkan "jaga diri ya", memanggilnya dengan lembut, dan diam-diam memperhatikan tanpa banyak bicara. Tapi tak pernah sekalipun Rayhan menjelaskan... apakah semua itu hanya bentuk kepedulian biasa, atau isyarat dari perasaan yang lebih dalam? Semakin dekat mereka, semakin Nayla terperangkap dalam rasa yang sulit dijelaskan. Apakah ini cinta? Atau hanya harapan sepihak yang tumbuh karena terlalu sering diberi tempat nyaman? Sampai suatu hari, sebuah kabar datang: Rayhan menyukai gadis lain. Dan semua hal yang dulu terasa indah... mendadak berubah menjadi pertanyaan. > Jika dia memang menyukaiku, kenapa tak pernah mengatakannya? Tapi jika tidak... kenapa dia begitu membuatku merasa sebaliknya?
All Rights Reserved
#449
ceritasekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines