TITIK TERAKHIR [SUDAH TERBIT]

TITIK TERAKHIR [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 24, 2025
Apakah kau selalu mengakhiri kisahmu dengan sebuah titik? Namun, bagaimana jika titik terakhir itu tidak pernah sempat kau guratkan? Ashylla selalu mengutarakan seluruh kisah hidupnya kepada sang ibu. Seperti menggoreskan tinta di tiap lembaran buku diary pribadi yang hanya dimiliki olehnya. Sebauah buku diary yang memiliki kekuatan untuk memberinya pelukan hangat. Akankah Ashylla berhasil menyelesaikan ceritanya dan menuntaskan dengan sebuah titik terakhir?
All Rights Reserved
#105
diskriminasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Complete] Fate in Chains
  • RUMAH TANPA ARAH
  • ALYSTER
  • Maybe
  • YOU ARE MY HOME
  • PLOT TWIST
  • Unraveling Us
  • Rumah pulang
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Pelukan Setelah Hujan

FATE IN CHAINS a Sequel of "Senja di Balik Hujan" Dua tahun berlalu sejak tragedi yang menjerat mereka, namun Alden dan Asyilla masih terperangkap dalam lingkaran yang sama-hubungan yang penuh gairah, ketergantungan, dan obsesi yang nyaris tak masuk akal. Alden, kini seorang mahasiswa teknik yang tampak tenang dan rasional, sebenarnya tak pernah benar-benar bisa melepaskan diri dari Asyilla. Setiap langkah gadis itu, setiap jejak keberadaannya, selalu dalam pantauannya. Ia bukan hanya mencintai Asyilla-ia membutuhkannya. Asyilla, siswi SMA tingkat akhir yang tampak rapuh di luar, justru menyimpan ketakutan yang berlawanan. Ia tahu bahwa Alden selalu ada di sekitarnya, selalu memperhatikannya dari bayang-bayang. Dan alih-alih menjauh, ia justru merasa tak bisa hidup tanpanya. Hubungan mereka bagaikan tarian yang penuh gairah sekaligus berbahaya-terlalu dekat bisa menghancurkan, tetapi menjauh hanya akan membuat mereka semakin haus satu sama lain. Alden tak bisa menerima dunia di mana Asyilla bukan miliknya, sementara Asyilla tak bisa membayangkan hidup tanpa Alden yang terus memburu dan memilikinya. Mereka saling melahap, saling mencabik, saling menghancurkan, tetapi tak satu pun yang mau melepaskan. Ketika batas antara cinta dan obsesi semakin kabur, mereka harus menghadapi kenyataan: Apakah ini cinta, atau hanya permainan bertahan hidup yang brutal? - "Cila... There's no way out for us. Even if you want to run, you can't." - Raja Alden Rylan "My eyes are all around you, Alden. Jangan coba macem-macem. You're mine forever." - Asyilla Qeenar

More details
WpActionLinkContent Guidelines