Ada jejak yang tak pernah hilang,
di lorong waktu yang tak bernama,
seperti desir angin yang memanggil,
meski tak pernah kita tahu dari mana.
Pernah kau cari arti pagi,
dalam cahaya, dalam sunyi,
dan bertanya,
adakah sesuatu yang lebih dari sekadar hidup ini?
Lalu datanglah dia-
bukan sebagai jawaban,
melainkan tanya yang menjelma tenang,
yang hadir bukan untuk dimengerti,
tapi dirasakan, diselami,
seperti napas yang tak kau sadari,
namun tanpanya, kau bukan lagi diri.
Bukan langit, bukan laut, bukan bumi,
tapi semua itu dalam satu mata,
satu senyum,
satu diam yang membuat dunia berhenti sejenak-
dan hidup terasa seperti pulang.
Karena kadang, hidup tak sedang kita jalani,
melainkan sedang memeluk kita,
dalam wujud seseorang,
yang tak pernah kita sangka
adalah tujuan dari setiap langkah
yang tanpa sadar...
telah lama mencarinya.
Dia adalah kehidupan itu sendiri.
Bahkan lebih dari sekedar kehidupan.
"cinta sejati itu bukan hanya tentang bertahan lamanya suatu hubungan el. tapi ini juga tentang dua jiwa yang sama-sama tumbuh" Enin menjelaskan.
"tumbuh bagaimana Enin?" El bertanya.
"kamu sudah tahu bahwa kehidupan ini akan selalu ada jalan untuk turun dan jalan untuk menaikinya lagi. yang perlu kalian lakukan adalah bagaimana kalian tetap bersama melewati setiap tikungan yang ada didalam perjalanan yang singkat ini." lanjutnya.