Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Luka Yang Tak Terlihat

Luka Yang Tak Terlihat

  • WpView
    Leituras 18
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 15, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Aku capek. Capek jadi anak yang selalu merasa salah. Capek menjalani hari-hari tanpa dihargai, padahal aku sudah berusaha sebisaku. Aku bantu bersihin rumah. Aku beresin barang-barang yang berantakan. Aku coba bikin rumah ini nyaman-meski hatiku sendiri sering berantakan. Tapi kenapa semua itu dianggap sepele? Kenapa kalau aku belum menghasilkan uang, aku langsung dianggap nggak berguna? Kenapa aku harus dibandingkan? Kenapa kata-kata yang keluar justru menghancurkan, bukan memeluk? Aku cuma ingin dimengerti. Bukan dilihat dari uang yang aku bawa pulang, tapi dari rasa sayang dan tanggung jawab yang aku tunjukkan diam-diam. Aku nggak minta dipuji setiap hari. Aku cuma ingin dilihat... Disadari... Diterima sebagai anak yang sedang belajar, yang juga punya luka, yang juga butuh tempat aman. Aku ingin bicara tanpa takut dimarahi. Aku ingin jujur tanpa merasa akan ditertawakan. Aku ingin dicintai... tanpa syarat. Kalau aku diam, itu bukan karena aku nggak peduli. Aku cuma terlalu sering menelan tangis dalam diam. Dan hari ini, aku cuma mau satu hal: tolong lihat aku. Dengarkan aku. Aku juga manusia. Aku juga anakmu.
Todos os Direitos Reservados
#53
ceritaperempuan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • You're Here, But Not For Me
  • My Friend Is My Strength
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Maina & Maxim
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Di Balik Nama Zella

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo