BUTIRAN LUKA YANG TERTIUP

BUTIRAN LUKA YANG TERTIUP

  • WpView
    LECTURAS 744
  • WpVote
    Votos 301
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 29, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Rumah sejatinya adalah tempat berpulang, penuh cinta, kedamaian, dan sukacita. Namun, semua itu hanyalah pengharapan dari Zee. Rumah yang dijalaninya adalah tempat bermuaranya luka demi luka dari orang tercinta. Butiran yang kemudian menjadi bola salju yang menyiksa jiwa. Kebahagiaan yang dulunya hadir, perlahan tertiup, dan menghilang. Zee tidak meminta apa pun--tidak harta juga takhta. Ia hanya ingin kebahagiaan di akhir masa hidupnya. Akankah Allah mendengar permintaannya atau kesakitan tetap menjadi bagian utuh dalam dirinya? Zee berjuang, tanpa pertolongan. Panggung sandiwara dan tembok tinggi pun digelar. Ia lelah dan menderita. Sampai akhirnya ia mengerti apa yang dimaksud dengan rumah.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • I'm Sorry, Good Bye! [END]
  • Zevadikael
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • cinta yang sakit(gxg)
  • Antagonis Husband (END)
  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • Kemana Ku titip Luka Ku ?
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Rumah Senja ✓

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido