Bayangan di Baris Penonton

Bayangan di Baris Penonton

  • WpView
    Reads 9,259
  • WpVote
    Votes 4,690
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2026
Ada cinta yang tak lahir dari keberanian, tapi dari diam yang panjang. Yang tumbuh bukan karena kata, tapi karena tatap yang tersembunyi di balik kerumunan. Yang tak meminta balasan, cukup bisa melihat dari jauh pun sudah jadi anugerah paling rahasia. Kenia mencintainya seperti langit mencintai laut, tak pernah benar-benar menyentuh, tapi selalu ada di cakrawala yang sama. la tak pernah memanggil namanya, hanya memeluknya lewat doa-doa pelan, yang tak pernah sempat selesai. Tak ada yang tahu bahwa Kenia pernah menjadi awal dari segalanya. Yang lebih dulu mencinta sebelum ada siapa pun. Yang paling dulu jatuh, tapi paling akhir disadari, atau mungkin tidak akan pernah.
All Rights Reserved
#6
puisicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Sedalam Samudera
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Kepada Langit [Terbit]
  • Rindu Dalam Diam
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Echoes of past Longing
  • Langit dan Kenangannya

Ada cinta yang tak pernah berniat memaksa, hanya diam... menunggu saatnya diterima. Ia tidak berlari, tidak juga berteriak, tapi menetap-seperti matahari yang tak pernah ingkar pagi. Alina menyimpan perasaannya seperti embun, bening, tenang, dan selalu ada meski tak terlihat. Sementara Raka, perlahan menanggalkan kelam, membuka ruang, dan belajar bahwa cinta bukan kelemahan-melainkan kekuatan. Mereka pernah berjalan berseberangan, pernah tenggelam dalam dunia yang berbeda arah. Namun semesta tahu: ada rasa yang tak bisa dibunuh oleh waktu... karena ia tumbuh diam-diam, dalam hati yang saling mengenal sejak lama. Kini, tak ada lagi perlu disembunyikan. Tak ada lagi tanya yang menggantung. Hanya dua hati yang pernah saling menunggu, akhirnya berdampingan, di ruang yang tak lagi sendiri. Dan mungkin... cinta sejati bukan tentang kata-kata yang diucap, tapi tentang rasa yang tinggal-dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines