UNHOME : Bukan Rumah [Terbit]

UNHOME : Bukan Rumah [Terbit]

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
"Tidak semua rumah aman. Tidak semua kenangan bisa dilupakan. Dan tidak semua luka meninggalkan bekas yang bisa dilihat." Alea tumbuh dalam rumah yang sunyi tapi penuh suara yang menghancurkan dari dalam. Setelah kehilangan sosok ayah di usia terlalu muda, ia dibiarkan bertahan dalam kesepian yang nyaris tak tersentuh-dikelilingi tuntutan, kata-kata tajam, dan dingin yang tak pernah benar-benar pergi. Saat satu pesan misterius muncul, Alea terpaksa menghadapi kembali masa lalu yang selama ini ia bungkam. Seseorang tahu tentang apa yang terjadi. Seseorang tahu apa yang pernah ia sembunyikan. Dan seseorang memperingatkannya-sebelum semuanya terulang lagi. Siapa sebenarnya yang selama ini mengamatinya dalam diam? Apa yang dulu terjadi, dan kenapa semua perasaan itu kini hidup kembali? Di antara kenangan, kehilangan, dan rahasia yang perlahan terkuak, Alea harus memilih: menghadapi luka lama yang belum sembuh atau tenggelam dalamnya.
All Rights Reserved
#485
alea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HOME FOR WOUNDS
  • Hadiah Terindah Dari Semesta
  • FROST
  • Waktu?
  • rintik tak selesai
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Sudut Luka Nazea
  • Penuh Luka (On Going)
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)

Delapan jiwa yang terluka, terikat oleh benang-benang trauma dan rasa sakit yang tak terlihat. Mereka semua memiliki luka yang berbeda-beda, namun mereka semua memiliki satu tujuan yang sama: membangun rumah bernama persahabatan, mencari kebahagiaan dan melupakan masa lalu yang kelam. Namun, konflik dan rasa sakit yang masih ada di antara mereka seperti api yang terus membakar, menghancurkan harapan dan impian mereka. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa masa lalu tidak dapat diubah, namun mereka dapat memilih untuk tidak terjebak di dalamnya. Namun, apakah mereka dapat melupakan rasa sakit yang telah mereka alami? Apakah mereka dapat memaafkan orang-orang yang telah menyakiti mereka? Dalam perjalanan mereka, mereka menemukan cinta dan persahabatan yang sebenarnya. Namun, apakah itu cukup untuk mengobati luka-luka yang terdalam? Atau apakah mereka akan terus terjebak dalam lingkaran setan trauma dan rasa sakit? Mereka harus memilih antara terjebak dalam masa lalu yang kelam atau melangkah maju ke masa depan yang tidak pasti. Akan mereka menemukan kebahagiaan yang mereka cari? Atau akan mereka terus hidup dalam bayang-bayang trauma dan rasa sakit? Hanya waktu yang dapat menjawabnya. ✨✨✨ happy reading 📖 vote dan komen untuk mendukung penulis😁 tekan tombol bintang (vote) tidak membuatmu rugi ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines