UNHOME : Bukan Rumah [Terbit]

UNHOME : Bukan Rumah [Terbit]

  • WpView
    LECTURAS 267
  • WpVote
    Votos 83
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 24, 2026
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
"Tidak semua rumah aman. Tidak semua kenangan bisa dilupakan. Dan tidak semua luka meninggalkan bekas yang bisa dilihat." Alea tumbuh dalam rumah yang sunyi tapi penuh suara yang menghancurkan dari dalam. Setelah kehilangan sosok ayah di usia terlalu muda, ia dibiarkan bertahan dalam kesepian yang nyaris tak tersentuh-dikelilingi tuntutan, kata-kata tajam, dan dingin yang tak pernah benar-benar pergi. Saat satu pesan misterius muncul, Alea terpaksa menghadapi kembali masa lalu yang selama ini ia bungkam. Seseorang tahu tentang apa yang terjadi. Seseorang tahu apa yang pernah ia sembunyikan. Dan seseorang memperingatkannya-sebelum semuanya terulang lagi. Siapa sebenarnya yang selama ini mengamatinya dalam diam? Apa yang dulu terjadi, dan kenapa semua perasaan itu kini hidup kembali? Di antara kenangan, kehilangan, dan rahasia yang perlahan terkuak, Alea harus memilih: menghadapi luka lama yang belum sembuh atau tenggelam dalamnya.
Todos los derechos reservados
#553
alea
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MEMELUK LUKA [END]
  • THE FAMILY CODE: SECRETS [𝐸𝑁𝐷]
  • rintik tak selesai
  • Hadiah Terindah Dari Semesta
  • SILENTIUM || End✓
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • FROST
  • Rumah dalam Dekapan
  • Sudut Luka Nazea

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido