Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Ardhito

Ardhito

  • WpView
    Membaca 79
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jun 13, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kehadiran Iren menjadi titik bimbang, diantara beban pundak yang kian berat, hasrat memiliki itu semakin kuat. Dhito tak ingin menyesali semuanya, kehilangan Erika menjadi luka hebat yang belum pulih seutuhnya. Kematian Bapak menjadi pukulan berat, beban itu semakin menekan pundaknya untuk lebih kuat. Seharusnya Iren tak harus menderita seperti ini. Kekelaman yang Erika katakan adalah kutukan yang sudah Tuhan tuliskan untuknya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#33
sandwichgeneration
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Stronger Than Another
  • Suamiku Orang yang Menodaiku di Masa Lalu
  • Ku Ingin Kau Kembali
  • Andai Kau Tau
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • A Life That Turns
  • Embrace again, Arnan

"AW! SAKIT TAHU! DASAR BEGO! BENER-BENER CEWEK KURANG AJAR YA LO!" "YA MAKANYA SANS AE TU MULUT! NGEGAS AJA LO! SEKALI-KALI BANTING SETIR BIAR ENGGAK BEGO-BEGO AMAT JADI BOCAH!" Balas sadis Risa tak mau kalah, hingga sebuah tarikan yang berada disisi kiri kepalanya membuatnya mengaduh kesakitan "AW! AW! BANGSAT NGAPAIN LO JEWER-JEWER TELINGA GUE!" Tanya Samuel keras dan terdengar kurang sopan untuk anak seumurannya, sedangkan yang ditanya pun hanya bisa mengedikkan bahunya kesal "MANA GUE TAHU, BEGO!" "KAN YANG JEWER TELINGA GUE LO!" "TANGAN GUE? MIKIR DONG KALAU MAU NGOMONG, NIH LIHAT TANGAN GUE!" Sodoran tangan Risa membuat Samuel mulai menerka-nerka hingga sesaat ia menolehkan kepalanya dan BOOM "Ngomong apa tadi, Samuel, Risa?" Suara serak nan agak berat menginterupsi mereka berdua, sungguh inilah hal yang ditakutkan oleh Risa dan tentunya Samuel 'Baka! Ini suaranya pak BK!' Batin Risa menangis

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan