Kapan Luka Boleh Pulang?

Kapan Luka Boleh Pulang?

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 10, 2025
Novel ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Zaira Almeira Thariq, gadis periang yang selalu menyembunyikan lukanya dibalik senyuman. Dialah anak pertama yang selalu dinomorduakan, suaranya tak pernah didengar, pelukan hangat tak pernah ia dapatkan. Hingga suatu kejadian berhasil mengubah hidupnya menjadi semakin terpuruk, mampukah ia mengembalikan nama baiknya? Mampukah ia menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan sandiwara ini? Akankah ia menemukan rumah yang selama ini tak pernah ia dapatkan?
All Rights Reserved
#10
rumahimpian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • JANJI TANPA SUARA
  • Silence In Their Minds
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Mystery of Gutenberg Hostel
  • SIDNEY
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang

Kalingga selalu dikenal sebagai anak baik. Senyumnya hangat, tutur katanya lembut, dan ia tak pernah menolak untuk membantu siapa pun. Tapi tak ada yang benar-benar tahu di balik semua kebaikan itu, Kalingga menyimpan luka yang dalam, kesepian yang sunyi, dan kelelahan yang tak terlihat oleh siapa pun. Ia tumbuh sebagai people pleaser, memendam keinginan dan perasaannya sendiri demi diterima, disukai, dan dianggap cukup. Namun saat tekanan batin mulai menggerogoti, tubuhnya pun ikut menyerah. Kalingga didiagnosis mengidap penyakit autoimun, dan untuk pertama kalinya, ia mulai mempertanyakan segalanya mulai dari nilai hidupnya, arti kebahagiaan, dan mengapa kebaikan yang ia beri tak pernah cukup untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Di tengah keputusasaan, sebuah telepon datang membawa kabar yang mengguncang dunianya. Ibunya, yang selama ini dikatakan telah meninggal, ternyata masih hidup. Dari situlah perjalanan Kalingga berubah menjadi pencarian akan kebenaran, jati diri, dan cinta yang selama ini ia cari di tempat-tempat yang salah. Novel ini adalah potret tentang luka-luka yang tak terlihat, tentang keberanian untuk berhenti menyenangkan semua orang, dan tentang cinta tanpa syarat yang terkadang baru ditemukan saat segalanya runtuh. Dan saat semuanya berakhir, satu pertanyaan tetap menggantung apakah Kalingga akan menemukan dirinya yang sesungguhnya, atau justru kembali tenggelam dalam bayang-bayang orang lain?

More details
WpActionLinkContent Guidelines