Her Name Was Potter!

Her Name Was Potter!

  • WpView
    Reads 546
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 29, 2025
WpInfo
Fanfic
Wizarding World: Harry Potter
"𝘛𝘩𝘦𝘺 𝘳𝘦𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘦𝘥 𝘛𝘩𝘦 𝘉𝘰𝘺 𝘞𝘩𝘰 𝘓𝘪𝘷𝘦𝘥, 𝘣𝘶𝘵 𝘧𝘰𝘳𝘨𝘰𝘵 𝘛𝘩𝘦 𝘎𝘪𝘳𝘭 𝘞𝘩𝘰 𝘉𝘭𝘦𝘥" "Hazel.. Potter?" "Gadis itu.. juga seorang Potter?" "Dia sangat mirip, namun mengapa tidak ada yang mengenalnya?" "Aku tak pernah mendengar namanya" "Dia hanya orang biasa, karena dia tak punya luka itu." "Jika dua anak punya tanda itu, dan dua jiwa tersambung kepada Dark Lord... dunia akan hancur mencari tahu siapa yang 'benar-benar dipilih'." - Dumbledore "You were never just his sister. You were... something more. Something the Dark Lord must never know." - Severus Snape "They called him the Chosen One. But I never chose him." - Lord Voldemort all character are from Harry Potter - J.K Rowling
All Rights Reserved
#27
cedric
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • The King & The Doctor ✓
  • I Want to Live [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines