Bukan Pilihan, Tapi Takdir

Bukan Pilihan, Tapi Takdir

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 8, 2025
Siti Fatmah, gadis cantik berusia 22 tahun, adalah mahasiswi semester akhir yang tengah disibukkan dengan skripsinya. Namun, kehidupannya berubah saat mendengar kabar mengejutkan tentang meninggalnya Shinta, tante yang seumuran dengannya. Shinta memilih menikah dan tidak melanjutkan pendidikan, dan baru saja melahirkan anak kedua saat ia meninggal. Fatma yang sangat menyukai anak-anak merasa tergerak untuk membantu Ustadz Zakir, suami Shinta, merawat si kecil. Namun, keluarga besar Fatma malah mengusulkan sesuatu yang tak terduga-agar Fatma menikah dengan Ustadz Zakir, bukan hanya untuk merawat anak, tapi untuk membangun keluarga baru. Apakah Fatma akan setuju menikah demi anak tersebut, ataukah ia memiliki pilihan lain yang lebihsulit?
All Rights Reserved
#269
menikah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Janji Bertemu Takdir [TERBIT]
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • Bersamamu hingga ke syurga (TERBIT)
  • DUDA KHILAF (End)
  • Takdir Bersama Kita ! (REVISI)
  • Kuterima Khitbahmu
  • Ana Uhibbuka Fillah

Zanira Aizha Najiha, seorang mahasiswi fakultas sastra Indonesia semester akhir, yang saat ini sedang disibukkan oleh tugas akhir yaitu skripsi. Pernah merasakan pahitnya cinta semu sehingga ia menutup pintu hatinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menerima cinta siapapun kecuali yang datang dengan kesungguhan dan niat yang jelas. Baginya, cinta bukan mainan, bukan sekadar kata yang manis di bibir. Namun, hidup punya cara sendiri untuk menguji janji. Tak lama sejak ia berjanji menutup pintu hatinya, seseorang datang di kehidupan Zanira. Sosok tegas, dingin tapi karismatik yang tak asing baginya. Zayyan Haaziq El-Hidayah. Ustadz muda yang dulu pernah mengajar di pondok pesantren saat ia masih duduk di bangku putih abu-abu. Ustadz Zayyan dikenal sebagai sosok yang dingin dan tegas namun dikagumi para santriwati karena hafalannya juga suaranya yang merdu ketika melantunkan ayat suci. Bahkan Zanira adalah salah satu dari santriwati yang dimaksud itu, sebelum akhirnya rasa kagum Zanira pada Ustadz Zayyan berubah menjadi rasa kesal. Bukan tanpa sebab, Zanira kesal karena Ustadz Zayyan terlalu cuek lebih tepatnya judes bahkan galak dan sering melempar tatapan tajam. Apakah janji yang dibuat Zanira akan tetap ia genggam? Ataukah Ustadz Zayyan adalah takdir bagi Zanira?

More details
WpActionLinkContent Guidelines