LOCKED✓

LOCKED✓

  • WpView
    Reads 208,998
  • WpVote
    Votes 6,634
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jul 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐢𝐧𝐠🚩: 𝐌𝐚𝐭𝐮𝐫𝐞, 𝐨𝐛𝐬𝐞𝐬𝐬𝐢𝐨𝐧, 𝐝𝐚𝐫𝐤 𝐫𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞, 𝐟𝐨𝐫𝐜𝐞𝐝 𝐢𝐧𝐭𝐢𝐦𝐚𝐜𝐲, 𝐦𝐚𝐧𝐢𝐩𝐮𝐥𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧, 𝐭𝐫𝐮𝐬𝐭 𝐢𝐬𝐬𝐮𝐞, 𝐯𝐢𝐨𝐥𝐞𝐧𝐜𝐞, 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐜𝐞, 𝐜𝐨𝐞𝐫𝐜𝐢𝐨𝐧, 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐫𝐨𝐥-𝐟𝐫𝐞𝐚𝐤, 𝐚𝐧𝐠𝐬𝐭. 21+ Awalnya, itu hanya hal kecil-sebuah komentar tajam di antara obrolan ringan, lelucon yang terasa terlalu pribadi, dan tatapan yang terlalu lama menempel pada luka-luka yang ingin Seria sembunyikan. Oliver tahu di mana harus menyentuh, bukan secara fisik, melainkan seperti seseorang yang hafal peta trauma seseorang dan menyusurinya dengan ujung jarinya-perlahan, menyakitkan. Namun, Oliver tidak berhenti. Dia mulai muncul di mana-mana, bukan kebetulan, tidak lagi. Di perpustakaan saat Seria mencoba belajar. Di lorong saat dia terburu-buru pulang. Di tempat yang sama, waktu yang sama, dengan kata-kata yang makin menusuk. "Apa kamu sadar, Seria? Kamu punya tatapan seperti orang yang tahu dia akan kalah, bahkan sebelum pertarungan dimulai." Ada sesuatu yang berubah dalam diri Seria. Bukan hanya rasa tidak nyaman. Ini lebih dalam. Seperti suara yang mulai bergema di dalam kepala: Kau tidak aman. Kau sedang dilucuti, perlahan. Hari-harinya menjadi tak senyap lagi, bahkan saat sunyi datang. Dia merasa sedang diawasi, bukan dengan mata, tapi dengan niat. Oliver bukan hanya mengganggu-dia sedang membentuk ulang hidup Seria, mencemari bagian-bagian tenangnya. "Dia ingin menghancurkanku yang sudah hancur." "Namun dialah yang hancur dan tunduk." .....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Stuck On You [COMPLETED]
  • MORALLESS
  • Perverter FRIGID [Girls Knight #3]
  • MASKED MAN
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Limerence : Redemption

Di balik diamnya, Elora menyimpan samudra rasa yang tak pernah ia tuntut untuk dibalas. Ia mencintai dalam senyap, menyayangi dalam setia, dan percaya dalam buta. Alaric datang bagai cahaya pertama di pagi yang muram-menghangatkan, menyembuhkan, dan membuatnya percaya bahwa cinta bukan sekadar angan. Namun waktu mengubah segalanya. Alaric, yang dulu berjanji tak akan pergi, perlahan menjauh dalam kebohongan-kebohongan kecil yang tumbuh menjadi luka besar. Janji-janji yang dulu manis, kini hanya jadi abu di telapak tangan Elora-tak bisa digenggam, tak bisa dihapus. Ini bukan sekadar kisah tentang cinta yang retak, tapi tentang hati yang belajar untuk berhenti menggenggam hal-hal yang tak lagi ingin tinggal. Tentang perempuan yang perlahan menjahit kembali dirinya, meski benangnya adalah air mata dan kesepiannya sendiri. "Saat Janji Menjadi Luka" adalah sajak panjang tentang kehilangan, tentang keberanian untuk mencintai, dan tentang bagaimana hancur bukanlah akhir dari segalanya. di bawah langit senja yang perlahan berubah kelam, ada dua hati yang pernah saling menemukan-seperti dua kepingan puzzle yang akhirnya menyatu. jatuh dalam cinta yang tak terencana. dunia mereka begitu indah, penuh tawa, dan janji-janji yang ingin diabadikan. namun, tak semua kisah cinta diciptakan untuk selamanya. di antara kebahagiaan itu, takdir juga menyiapkan perpisahan yang tak mampu mereka hindari. meski cinta mereka begitu dalam, ada hal-hal yang tak bisa dilawan-ego, luka, dan keadaan yang memaksa mereka mengambil jalan masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines