Langit Ketiga

Langit Ketiga

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
Dalam kota kecil yang diselimuti gerimis dan kenangan yang tak lagi lengkap, Prilly datang membawa selembar alamat yang mulai pudar. Ia mencari sesuatu-mungkin sebuah toko buku tua, mungkin seseorang dari masa lalu ibunya, atau mungkin hanya tempat untuk merasa pulang. Omara adalah mekanik motor dengan masa lalu yang dikunci rapat, hidup tenang tanpa keinginan dikenal atau dikenang. Hingga pada suatu senja, ia melihat gadis asing berdiri di halte tua, dan tanpa sadar ikut terseret ke dalam cerita yang tak pernah ia niatkan untuk dimulai. Mereka orang asing. Tapi setiap percakapan, setiap diam yang tak canggung, perlahan membuka pintu-bukan hanya pada masa lalu, tapi juga pada kemungkinan yang tak pernah mereka pikir akan datang. "Kadang, yang paling memahami justru yang tak pernah kita kenal."
All Rights Reserved
#7
omara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Nama
  • Together, Against all Odds (T.A.A.O) (LENGKAP)
  • Gigi Tiga Luka Lima
  • Qiyamah Senja-completed
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Dear Baskara [End]
  • Senja Yang Tak Pernah Selesai
  • Aksareya

Sejak SMP, hanya ada satu nama yang diam-diam mengisi hari-hariku seorang gadis kecil, ceria, dan pintar. Ia selalu menjadi bayangan di benakku, sosok yang tak pernah benar-benar pergi... bahkan hingga hari ini. Tujuh tahun berlalu begitu cepat, namun kenangan bersamanya tetap indah dan tak tergantikan. Mungkinkah aku akan bertemu seseorang sepertinya lagi? Atau mungkinkah aku bisa mencintai orang lain tanpa dia tahu? Aku rasa tidak. Aku bukan tipe yang mudah berpindah hati. Aku tak ingin memberi ruang pada siapa pun untuk menggantikan tempatnya. Aku memilih bertahan, meski tanpa koneksi, tanpa percakapan, tanpa kabar. Bahkan, tanpa tahu apakah dia... atau aku... masih memikirkan nya. Namun, di tengah semua keraguan dan rasa rindu yang terpendam, sebuah pertemuan tak sengaja terjadi. Di saat yang tak terduga, di tempat yang tak pernah kukira, aku dan dia berdiri kembali di satu titik yang sama. Akankah perasaan lama itu kembali menyala? Ataukah semuanya telah berubah... selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines