Story cover for Hello, Mas Co-Pilot by Marronad
Hello, Mas Co-Pilot
  • WpView
    LECTURAS 10,857
  • WpVote
    Votos 1,151
  • WpPart
    Partes 34
  • WpView
    LECTURAS 10,857
  • WpVote
    Votos 1,151
  • WpPart
    Partes 34
Concluida, Has publicado jun 08, 2025
Rayhan memandangi seragam pilot yang menempel, dalam hatinya terucap andai dia tahu bahwa ucapan dan harapan beberapa tahun yang lalu sudah Rayhan wujudkan meski ia harus rela saat itu dia tidak hadir dihari kelulusannya.

"Ray..."

Panggilan seseorang membuat Rayhan menoleh. Seorang perempuan paru baya menenteng rantang berwarna putih di tangannya. Rayhan menyapa dan menyalami tangan perempuan paru baya itu.

"Kenapa nggak ke sana?" tanyanya

"Belum waktunya Bu. Biarkan Rayhan melihatnya dari kejauhan."

"Maafkan Maura ya, Ray..."

"Itu bukan salah Maura, Bu." Jawab Rayhan sembari tersenyum dihadapan ibu.

Ibu berpamitan. Katanya, dia akan mengantar makanan untuk gadis yang masih sibuk dengan aktivitasnya. Ibu mengatakan maaf kesekian kalinya karena tidak bisa berbuat banyak untuk Rayhan. Ibu hanya mendoakan semua kembali seperti dulu, bersama-sama menyalurkan kebahagiaan dari keduanya.

Cukup waktu Rayhan untuk memandanginya ia memutuskan pulang. Dalam hatinya tidak berhenti berharap agar semua ini segera terlewati.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Hello, Mas Co-Pilot a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#602barista
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ) de SalRita4
69 partes Concluida
" Waktumu 5 bulan, selama itu silahkan nikmati hidupmu sebelum kamu merangkak pergi dari hidupku" Ana terdiam, kembali menunduk. Ia sudah menyangka jika ini pasti terjadi. Lelaki itu tidak mungkin bisa menerimanya begitu saja. Tetapi mengapa sayatan didalam sana masih juga terasa ketika mendengar pengusiran secara tidak langsung itu. " Gunakan ATM itu untuk memenuhi apapun yang kamu inginkan. Kamu pasti perlu merayakan keberhasilanmu. Jangan khawatir, kartu itu tidak akan kehabisan isi hanya untuk memenuhi kebutuhanmu" kata Raga Ana menelan Saliva dengan kasar, tenggorokannya terasa dicekik oleh tangan tak kasat mata. " Kamu juga boleh tinggal disini sebelum waktumu habis dan aku akan mengusirmu" Ana menggenggam erat tali tas ditangan untuk menyalurkan kesakitanya. " Beberapa bulan lagi aku wisuda, setelah itu aku akan menikahi kekasihku... Raga menghentikan kalimatnya ketika Ana mengangkat wajah dan pandangan mereka kembali bertemu. Tentu saja gadis itu terkejut dengan kalimatnya, tetapi dia hanya bungkam tidak mencoba untuk menyela ucapannya. " Pastikan... saat itu tiba kamu sudah menghilang dari hidupku, tidak perlu lagi mengacaukan apapun yang akan kembali aku tata. Tempatmu bukan disini, kekasihku lah pemilik sesungguhnya, Kamu hanya dipinjamkan sebentar karena kekonyolan orang tuaku" Raga terdiam sebentar, menghela nafas berulang kali ketika entah karena apa sesak itu terus menerus menyerangnya. " Kebersamaan ini tidak lebih dari sebuah paksaan. Jadi, aku akan melepaskan ketika waktunya sudah tiba. Aku akan menceraikan mu.." " Aku harap... saat itu kamu tidak akan membuatku kesulitan lagi, dan ketika saat itu tiba, mari berpisah dengan benar, saling meninggalkan dan melupakan. Kamu bisa mencari kebahagiaanmu tanpa harus melibatkan aku didalamnya dan aku juga akan menjemput kebahagiaanku dengan kekasihku" tegas raga Dibalik tundukannya, Air mata itu akhirnya terjatuh juga, cukup menggambarkan seberapa kuat kesakitan yang ia terima.
AFTER WEDDING - TERBIT de pramyths
21 partes Concluida
[SEBAGIAN BESAR ISI CERITA INI TELAH DIHAPUS. Mohon maaf bagi yang belum sempat baca. Silakan membaca cerita-ceritaku yang lain saja ya. Thanks] Pernikahan itu berjalan hikmat. Warna putih yang mendominasi acara menyiratkan sebuah acara sakral yang dimaksudkan sekali seumur hidup. Wewangian lembut yang berasal dari bunga krisan, membuat suasana semakin hangat. Musik klasik mengalun samar-samar menambah suasana damai. Janji yang diucap oleh kedua mempelai disambut isak haru kebahagiaan. Sebuah pernikahan yang ditunggu-tunggu banyak pihak akhirnya sukses dilaksanakan. Pada hari itu, Reya dan Radina barangkali menjadi sumber iri dengki seluruh umat manusia. Rona cerah terpancar jelas dari raut wajah keduanya. Sebuah kehidupan bahagia telah menanti di belakang singgasana pelaminan mereka. Hidup sungguh royal saat mempertemukan mereka. Radina, chef muda berbakat yang terkenal playboy itu pada akhirnya luluh juga. Reya, dosen cerdas yang terancam mendapat gelar doktor di usia muda itu akhirnya jatuh cinta lagi setelah dikecewakan cinta beberapa saat sebelumnya. Meski keduanya sedikit terlambat menikah, tapi semua yang hadir sepakat bahwa mereka akan hidup bahagia selamanya. Namun setelah buai pernikahan usai, banyak hal yang akhirnya tersingkap. Banyak hal yang terlihat dan terungkap. Reya yang pertama-tama menyadarinya. "Kita...kita memang sudah melakukan...melakukan hal gila dengan segala pernikahan ini," Kata perempuan itu terbata-bata. Sorot mata ngeri tercetak jelas di matanya, saat dia sadar, bahwa dirinya bahkan tidak mengenal laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi] cover
Your Are Only Mine  cover
Lamunan Membawamu Kembali 2.0 [END] cover
Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ) cover
Reasons for Falling in Love [SELESAI] cover
Seperti Bulan yang Tak Lagi Bersinar cover
Between Two Loves cover
Call It What You Want (END) cover
AFTER WEDDING - TERBIT cover

BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]

9 partes Concluida

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-