Hello, Mas Co-Pilot

Hello, Mas Co-Pilot

  • WpView
    LECTURAS 12,907
  • WpVote
    Votos 1,231
  • WpPart
    Partes 34
WpMetadataReadConcluida mié, jul 16, 2025
Rayhan memandangi seragam pilot yang menempel, dalam hatinya terucap andai dia tahu bahwa ucapan dan harapan beberapa tahun yang lalu sudah Rayhan wujudkan meski ia harus rela saat itu dia tidak hadir dihari kelulusannya. "Ray..." Panggilan seseorang membuat Rayhan menoleh. Seorang perempuan paru baya menenteng rantang berwarna putih di tangannya. Rayhan menyapa dan menyalami tangan perempuan paru baya itu. "Kenapa nggak ke sana?" tanyanya "Belum waktunya Bu. Biarkan Rayhan melihatnya dari kejauhan." "Maafkan Maura ya, Ray..." "Itu bukan salah Maura, Bu." Jawab Rayhan sembari tersenyum dihadapan ibu. Ibu berpamitan. Katanya, dia akan mengantar makanan untuk gadis yang masih sibuk dengan aktivitasnya. Ibu mengatakan maaf kesekian kalinya karena tidak bisa berbuat banyak untuk Rayhan. Ibu hanya mendoakan semua kembali seperti dulu, bersama-sama menyalurkan kebahagiaan dari keduanya. Cukup waktu Rayhan untuk memandanginya ia memutuskan pulang. Dalam hatinya tidak berhenti berharap agar semua ini segera terlewati.
Todos los derechos reservados
#667
barista
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • CAPTAIN TO JANNAH (SUDAH TERBIT)
  • Call It What You Want (END)
  • I Choose You
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • Your Are Only Mine
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Seperti Bulan yang Tak Lagi Bersinar

Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesamaan cerita, karakter, atau alur dengan karya penulis lain. Cerita ini murni hasil imajinasi pribadi dan tidak ada unsur kesengajaan untuk meniru atau menjiplak. ⚠️Utamakan follow sebelum membaca! HAPPY READING Pernikahan ini seharusnya menjadi awal yang indah. Zakia menerima Rayyan tanpa ragu, tanpa tahu bahwa di hatinya masih ada nama lain yang lebih dulu mengisi. Rayyan tidak pernah menunjukkan bahwa ia menyimpan luka, tapi ada sesuatu dalam sikapnya yang tak bisa Zakia pahami. Ia baik, tapi tak sepenuhnya ada. Ia perhatian, tapi terasa hampa. Zakia menunggu, berharap waktu akan membuatnya memahami. Hingga suatu hari, kebenaran itu datang secara tiba-tiba, tepat dimalam pernikahannya. Ia bukan satu-satunya di hati suaminya. Lalu, apakah kesabaran bisa meluluhkan hati yang tak pernah benar-benar terbuka untuknya? Ataukah ia hanya bertahan dalam pernikahan yang tak akan pernah memberinya tempat?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido