Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Ruang Teduh

Ruang Teduh

  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jun 13, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Bagaimana rasanya jika setiap langkahmu adalah berpijak di atas tempat yang rapuh? Mencari-cari ruang teduh untuk berlabuh dari rasa lelah yang terus tumbuh. Dia Rain. Jiwa yang meredup dalam hampa dengan langkah terseok yang dapat berhenti kapan saja. Rumah. Apakah dia punya? Apakah kalian punya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#21
eventmenulislovrinz
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Raina Maramitha
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • Are You The One Tied to Me?
  • JAM 3 SORE
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Eccedentesiast (Complete)
  • [END] When the Stars are Tired
  • PAMIT (END)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan