UNLOST

UNLOST

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Unlost bukan kisah cinta, tetapi kisah bertahan. Tentang perasaan asing di tempat yang disebut "rumah". Cerita ini bukan tentang menjadi hebat, tetapi tentang bagaimana rasanya nyaris menyerah-lalu pelan-pelan bangkit lagi. Allea tidak sedang mencari seseorang. Dia sedang mencari makna pulang, bukan ke sebuah alamat, tapi ke versi dirinya yang tidak lagi hilang. Jika kamu pernah merasa tidak cukup di mata orang-orang terdekat, atau terlalu lelah terus menjadi 'baik-baik saja'- maka Unlost akan menemani kamu. Bukan sebagai jawaban, tetapi sebagai pelukan diam-diam yang berkata, "Kamu tidak sendiri. Mari sama-sama tumbuh dan bangkit kembali."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • HARGA SEBUAH PERKATAAN 3 (END)
  • Dunia Alana
  • Bahagia Ada Bersamanya (END)
  • AFKARA [END]
  • Behind Our Fate
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • ANTARA KITA

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐

More details
WpActionLinkContent Guidelines