Story cover for Tombol Reset by DianaraYuhi
Tombol Reset
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jun 08, 2025
Kadang hidup tak memberi kita kesempatan kedua.
Kadang, ia justru mempertemukan kita dengan yang tepat-saat semuanya sudah terlalu salah.

Arya pernah percaya bahwa cinta bisa tumbuh dari janji suci, tapi hari-harinya justru tumbuh menjadi dinding-dinding sunyi yang dingin. Dalam retakan rumah tangga yang ia bangun dengan pilihan terburu-buru, hatinya menemukan denyut baru... pada sosok yang tak bisa ia miliki.

Aluna-seperti pagi yang datang setelah malam terpanjang. Hangat, tapi bukan untuk dipeluk. Ia terikat, sebagaimana Arya terjebak.

Lalu Arya menyadari satu hal:
Bukan hidup yang kejam.
Hanya saja, tak semua hati mendapat kesempatan untuk menekan... tombol reset.

Sebuah kisah tentang penyesalan yang tak bisa dihapus, dan cinta yang datang bukan untuk dimiliki, tapi untuk disadari.
All Rights Reserved
Sign up to add Tombol Reset to your library and receive updates
or
#70eventmenulislovrinz
Content Guidelines
You may also like
Puing luka by ummy12
24 parts Complete
"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.
You may also like
Slide 1 of 8
Ecosillia cover
Puing luka cover
Stranger | Orine  cover
Love With Ghost cover
Dalam Diam, Aku Menjagamu cover
Sekali Lagi (End)  cover
Loving Like The Sun cover
Diantara Lensa dan Laba [Sequel Panggung Kraton: Mahkota Untuk Sang Selir] cover

Ecosillia

4 parts Complete Mature

Dalam ruang sempit yang tak bertanya nama, malam menciptakan dirinya lewat bisikan yang tak boleh nyaring. Pantulan sunyi dari suara yang lirih, nyaris seperti angin yang malu menyingkap tirai. Hanya di antara dinding kecil itu, kata-kata bisa bernapas pelan, memeluk rahasia yang terlalu hangat untuk dibagi, terlalu dekat untuk diingkari. Dan waktu pun tak mencatat, sebab di sana, hanya ada gema... dari halusnya keinginan. Sehelai napas ditahan, bukan karena takut, tapi karena terlalu indah untuk dibiarkan pergi. Jemari menyentuh tak sengaja, atau mungkin sengaja terlalu pelan agar terasa lebih lama. Setiap detik menjadi relung, dan setiap relung adalah jejak dari sesuatu yang tak pernah dituliskan. Di balik pintu itu, tak ada dunia luar. Hanya detak yang disamarkan oleh suara air yang mengalir, dan mata yang tak bisa saling melepas. Rahasia itu, kini tinggal bayang. Tapi bayang pun tak pernah berdusta. Dan siapa pun yang mendekat ke tempat itu, akan merasakan sesuatu... yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dikenang dalam diam yang terlalu manis.