We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Night
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
--- Prolog - Mereka Menyebutnya "Ketua" > "Jika dunia ini punya aturan, maka kami adalah alasan kenapa aturan itu dilanggar." Tak ada yang tahu siapa pendiri pertama organisasi bernama Night. Bahkan di kalangan bawah tanah, Night hanyalah desas-desus samar yang berembus di lorong-lorong gelap dan bisik-bisik meja belakang. Yang mereka tahu hanya satu hal: > Di balik setiap kasus narkoba terbesar, perjudian terorganisir, hingga kematian politikus secara misterius... Ada satu benang merah tak terlihat. Dan benang itu selalu berujung pada simbol: N. Mereka menyebut pemimpinnya "Ketua"-tanpa nama, tanpa wajah, tanpa riwayat hidup. Karena menyebut nama aslinya adalah doa untuk kematian. Dari luar, "Ketua" tampak seperti pria biasa. Bahkan sempat masuk penjara atas kasus yang tak terbukti. Para tahanan VIP sempat mengolok-oloknya, mengira dia bukan siapa-siapa. Namun satu hal yang tidak mereka tahu adalah... mereka semua tinggal dalam jebakan yang sudah dirancang jauh sebelum mereka bebas. Karena "Ketua" tidak melupakan. Ia menunggu. Dan ia selalu membalas. --- Di sebuah bangunan mewah bernama Prive Residence, tempat hanya orang-orang kaya yang bisa menyewa satu lantai sebagai unit privat, satu kamar penthouse menghadap langsung ke langit Seoul. Dari balik kaca yang luas dan senyap, pria itu berdiri diam, mengenakan bathrobe, memandangi kota. Punggungnya dipenuhi tato naga. Tangan kanannya memegang segelas wine. Di jari tengahnya, cincin hitam dengan simbol "N" berkilau halus dalam cahaya malam. Ia bukan legenda. Ia bukan sekadar rumor. Ia ada. Dan ia sedang menyusun daftar. Mereka yang pernah menghina... mereka yang pernah meremehkan... mereka yang berpikir sistem akan menyelamatkan mereka... Mereka kini tinggal menghitung waktu. --- > Karena jika kamu mendengar seseorang membisikkan, "Dia sudah keluar..." Maka kamu tahu- Kematian bukan lagi tentang takdir. Tapi keputusan. ---
All Rights Reserved
#4
suspect
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Past life Casper
  • CRIMINAL MINDS : THE BEGINNING
  • Mansion Fourty-Four [END]
  • ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳)
  • POKERFACE.
  • crazy, you guys are crazy
  • 4 PRINCE MAFIA [ON GOING]
  • SIGMA MALE
  • Founders of justice
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」

Sedari kecil tidak mengenal seorang ayah, membuat Casper terus mencari tahu tentang sang ayah. Di umur yang ke-9 tahun, neneknya yang selama ini memang tidak menyukainya, menjualnya pada orang asing. Di perpisahan mereka, neneknya hanya berkata bahwa ayahnya masih hidup. Seseorang yang ia pikir sudah mati, ternyata masih hidup. Itu sangat mengejutkan. 5 tahun setelah ia mengerti bahwa ia telah dibuang dan memang tak diinginkan, anak itu kabur dari sebuah organisasi berbahaya yang selama ini menjadi wadahnya untuk bertahan hidup. Ia keluar dari organisasi itu untuk mencari sang ayah, berharap bersama sang ayah hidupnya akan menjadi lebih baik seperti mimpinya. Namun, setelah berhasil menemui sang ayah, hidupnya langsung berubah signifikan. Aturan-aturan yang menjerat ternyata tak lebih baik dari sewaktu masih menjadi anggota kriminal. Sampai pada akhirnya, ia sadar, ia hanyalah seonggok manusia yang tak diinginkan oleh siapapun. Kegelapan kembali menguasai ketika ia mengetahui segala rahasia yang melukainya. "Kalau ayah tau, selama ini aku bermimpi kalau hidup sama ayah bisa buat aku punya kehidupan yang normal. Ternyata nggak ya." Casper tertunduk di atas tanah dengan posisi kedua tangan terikat di belakang. Sementara Charles, pria itu menatap Casper dengan pandangan datar. Ia tak munafik untuk tak mengakui bahwa hatinya terasa nyeri ketika mendengarnya. Namun, ia segera menepis perasaan itu. Jari yang menodongkan pistol pada anak itu semakin mengerat. "Ada pesan terakhir, Casper?" "Aku benci ayah." Charles tersenyum miring. Dorr! Cover by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines