
--- Prolog - Mereka Menyebutnya "Ketua" > "Jika dunia ini punya aturan, maka kami adalah alasan kenapa aturan itu dilanggar." Tak ada yang tahu siapa pendiri pertama organisasi bernama Night. Bahkan di kalangan bawah tanah, Night hanyalah desas-desus samar yang berembus di lorong-lorong gelap dan bisik-bisik meja belakang. Yang mereka tahu hanya satu hal: > Di balik setiap kasus narkoba terbesar, perjudian terorganisir, hingga kematian politikus secara misterius... Ada satu benang merah tak terlihat. Dan benang itu selalu berujung pada simbol: N. Mereka menyebut pemimpinnya "Ketua"-tanpa nama, tanpa wajah, tanpa riwayat hidup. Karena menyebut nama aslinya adalah doa untuk kematian. Dari luar, "Ketua" tampak seperti pria biasa. Bahkan sempat masuk penjara atas kasus yang tak terbukti. Para tahanan VIP sempat mengolok-oloknya, mengira dia bukan siapa-siapa. Namun satu hal yang tidak mereka tahu adalah... mereka semua tinggal dalam jebakan yang sudah dirancang jauh sebelum mereka bebas. Karena "Ketua" tidak melupakan. Ia menunggu. Dan ia selalu membalas. --- Di sebuah bangunan mewah bernama Prive Residence, tempat hanya orang-orang kaya yang bisa menyewa satu lantai sebagai unit privat, satu kamar penthouse menghadap langsung ke langit Seoul. Dari balik kaca yang luas dan senyap, pria itu berdiri diam, mengenakan bathrobe, memandangi kota. Punggungnya dipenuhi tato naga. Tangan kanannya memegang segelas wine. Di jari tengahnya, cincin hitam dengan simbol "N" berkilau halus dalam cahaya malam. Ia bukan legenda. Ia bukan sekadar rumor. Ia ada. Dan ia sedang menyusun daftar. Mereka yang pernah menghina... mereka yang pernah meremehkan... mereka yang berpikir sistem akan menyelamatkan mereka... Mereka kini tinggal menghitung waktu. --- > Karena jika kamu mendengar seseorang membisikkan, "Dia sudah keluar..." Maka kamu tahu- Kematian bukan lagi tentang takdir. Tapi keputusan. ---Todos los derechos reservados
1 parte