Glow
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
Dulu Auryn percaya bahwa rumah adalah tempat paling nyaman dan hangat. Ternyata kata-kata indah itu tidak semua orang merasakannya. Hanya orang-orang tertentu yang mampu merasakan nikmatnya. Nyatanya bagi Auryn, rumah adalah tempat dimana ia merasakan luka yang sakitnya tak terhingga. Rumah yang terasa dingin dan menyimpan luka dalam hatinya serta teriakan dalam diam yang perlahan menggerogoti mentalnya. Auryn hanya berharap, bahwa akhir dari kisah hidupnya adalah kebahagiaan sederhana namun terasa hangat dan membekas.
All Rights Reserved
#57
lara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesedihan [SELESAI]
  • Jika Rumah Bukan Tempat Pulang
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Waktu?
  • Rumah dalam Dekapan
  • LUKKA (MYG)
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA
  • ADARA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • STAR ALIGN

JANGAN LUPA FOLLOW!! Anak akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mendidiknya dengan cara apa. Trauma itu benar-benar nyata. Terbawa hingga mereka dewasa. Kisah ini menceritakan sebuah trauma yang membuat cinta Zeora menjadi rumit. Kepercayaan berulang kali dihancurkan. Sampai pada waktu, ia menutup kepercayaan pada semua orang, ia malah menyakiti sosok yang tulus. "Kasih aku ruang sedikit aja di hati kamu. Mungkin terdengar nggak layak. Tapi, aku bakal berusaha buat ngelawan kelainan ku yang kamu bilang gila," ucap cowok itu tulus. Zeora menyunggingkan senyum meremehkan. "Sampai lo mati di depan mata gue atau bersimbah darah karena gue, nggak akan ada sedikit pun ruang yang kebuka buat nerima lo. Dengerin gue. Kita nggak akan bersatu," balas Zeora tajam. Ia tak tau ucapannya inilah yang berakhir penyesalan. Suatu hari kejadian tak terduga menimpa Zeora dan laki-laki itu. Di sana Zeora tau, siapa orang tulus yang telah ia sia-siakan. Apakah penyesalan Zeora itu membuat gadis itu kembali mendapat cinta tulus dari laki-laki itu? Atau malah luka yang terus membuatnya gila?

More details
WpActionLinkContent Guidelines