BLUE {HIATUS}

BLUE {HIATUS}

  • WpView
    Reads 345
  • WpVote
    Mga Boto 225
  • WpPart
    Mga Parte 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Feb 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Social Themes
Family Life
Abuse and Trauma
Pls don't read it, this story is till so messy + lagi Hiatus. "Liana Senja tumbuh di rumah yang tak pernah mencintainya, dan dunia yang terus-menerus mengingkarinya. Di antara tulip putih yang dilarang tumbuh dan laut yang menjadi satu-satunya saksi bisu, ia mencatat luka dan harapan dalam satu buku harian-sebelum akhirnya memilih diam yang kekal. Tapi ketika masa lalu datang dengan bunga yang sama, segalanya mulai terbuka. Apakah penyesalan bisa menyelamatkan apa yang sudah hilang?" --- don't copy. Wajib memberi vote. selamat membaca.
All Rights Reserved
#75
familyangst
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • WHISPER OF SILENCE
  • Jendela Rasa ✔
  • Miracolous
  • Feeling Blue
  • Dream of a Hospital [Hiatus]
  • the Ethereal Under the Sky  [PRE ORDER!!]
  • 𝟗𝟎% 𝐋𝐮𝐤𝐚 [𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Enigma Jenggala

Aurora Elvarelle hidup dalam dunia yang tak bersuara sejak kecil-bisu dan tuli akibat sebuah kecelakaan yang mencuri suara semesta darinya. Tapi ia tak pernah merasa sunyi sepenuhnya. Di bawah pohon tua di taman kota, dengan pensil dan kertas sebagai bahasanya, Aurora belajar mendengar dengan hati dan berbicara melalui seni. Hingga suatu sore, seorang pemuda bernama Caelan Novarre datang-pembawa dunia yang penuh musik dan tawa, tidak terbiasa dengan keheningan yang Aurora akrabi. Pertemuan mereka tak direncanakan, tapi perlahan menjadi satu-satunya hal yang ditunggu. Lewat catatan kecil dan tatapan yang tidak pernah berdusta, dua jiwa saling mengenal tanpa sepatah kata pun. Namun perbedaan tak selalu mudah dijembatani. Ketika Caelan mulai mundur, tak memahami keheningan yang bukan bagian dari dirinya, Aurora tetap diam seperti biasa. Ia tak mengejar, tak memaksa. Ia hanya menunggu, sambil terus menulis puisi yang tak pernah dibacakan. Dan waktu pun berlari. Ketika kebenaran akhirnya terungkap-bahwa Aurora telah lama pergi, dan cintanya tertinggal dalam halaman-halaman bisu-Caelan hanya bisa menatap ke belakang. Mencari kembali kehangatan yang telah hilang. Mencoba membaca ulang apa yang tak sempat ia mengerti. Karena tak semua cinta harus diucapkan. Beberapa hanya bisa dibisikkan dalam hening.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman