Aurora Elvarelle hidup dalam dunia yang tak bersuara sejak kecil-bisu dan tuli akibat sebuah kecelakaan yang mencuri suara semesta darinya. Tapi ia tak pernah merasa sunyi sepenuhnya. Di bawah pohon tua di taman kota, dengan pensil dan kertas sebagai bahasanya, Aurora belajar mendengar dengan hati dan berbicara melalui seni. Hingga suatu sore, seorang pemuda bernama Caelan Novarre datang-pembawa dunia yang penuh musik dan tawa, tidak terbiasa dengan keheningan yang Aurora akrabi. Pertemuan mereka tak direncanakan, tapi perlahan menjadi satu-satunya hal yang ditunggu. Lewat catatan kecil dan tatapan yang tidak pernah berdusta, dua jiwa saling mengenal tanpa sepatah kata pun. Namun perbedaan tak selalu mudah dijembatani. Ketika Caelan mulai mundur, tak memahami keheningan yang bukan bagian dari dirinya, Aurora tetap diam seperti biasa. Ia tak mengejar, tak memaksa. Ia hanya menunggu, sambil terus menulis puisi yang tak pernah dibacakan. Dan waktu pun berlari. Ketika kebenaran akhirnya terungkap-bahwa Aurora telah lama pergi, dan cintanya tertinggal dalam halaman-halaman bisu-Caelan hanya bisa menatap ke belakang. Mencari kembali kehangatan yang telah hilang. Mencoba membaca ulang apa yang tak sempat ia mengerti. Karena tak semua cinta harus diucapkan. Beberapa hanya bisa dibisikkan dalam hening.
Karagdagang detalye