Ada satu istilah dalam seni rupa: nirmana. Ia berarti susunan, pola berulang yang tampak sederhana, namun bila ditarik ke satu titik, membentuk kesatuan yang utuh dan indah. Begitu pula hidup. Setiap pertemuan, setiap kejadian, bahkan hal kecil yang tampak sepele, adalah bagian dari nirmana kehidupan.
Awalnya acak, tampak tak berarti. Namun lambat laun, semuanya menyusun jalan yang hanya bisa dibaca ketika kita melihatnya dari jauh. Mimpi yang berulang, rasa sakit yang datang tanpa alasan, tawa yang hadir di tengah hari biasa, semuanya seperti pola yang diulang semesta.
Nirmana mengajarkan bahwa hidup bukanlah kebetulan. Hidup adalah rangkaian garis: terang dan gelap, naik dan turun, kehilangan dan pertemuan. Semua tersusun menuju satu titik akhir yang sudah digariskan.
Dan di sanalah manusia sadar, bahwa setiap garis kecil dalam hidup punya arti, meski tak selalu bisa dimengerti sejak awal.
- Bandaruna, 2022.
Semesta bertasbih memuji keagungan Allah.
Semesta bertasbih walaupun airin tidak tahu bagaimana caranya bertasbih. Tapi keyakinan itu selalu ada, bahwa semua yang ada di alam ini menyembah Allah, bergantung pada Allah. Setiap kisah dalam hidup ini adalah kisah tentang semesta yang tak berbatas. Tentang perasaan juga hati manusia. Tentang pikiran dan opini yang kadang tidak mau dikalahkan. Tentang ego yang kadang berada di tengah-tengah kita. Juga tentang manusia yang selalu ada menjawab setiap pertanyaan yang sudah lelah disembunyikan.
Dia Airin.
tidak punya bakat tapi punya hati
tidak punya banyak materi tapi punya doa
dia suka kalau malam, saat orang lain juga sedang ada di kamarnya membaca buku atau sekedar mengoperasikan alat komunikasi canggih yang bisa bikin manusia senyum-senyum sendiri. Juga mereka yang sedang berdoa meminta di mudahkan dalam menjalani hidup.
Dia Airin.
dia suka dengan cara semesta jadi wakil dari setiap perasaan yang gak bisa di sampai langsung.
Angin yang berhembus serupa perasaannya
Hujan yang tiba-tiba turun kalau sedang sedih
Langit dengan warna berbeda pada waktu-waktu tertentu
Dia Airin
Kini percaya kalau tenang itu sangat dekat, kalau bahagia itu juga dekat. Dia percaya terima sama semua takdir Allah adalah jalan menuju keikhlasan dan ketenangan.