Hello, another me.. | TAMAT.

Hello, another me.. | TAMAT.

  • WpView
    Reads 4,099
  • WpVote
    Votes 432
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 30, 2025
Aurora Lysandra Winther bukan gadis biasa. Orang-orang menyebutnya luar biasa karena meski buta, ia seolah dapat melihat. Tapi mereka salah. Aurora tidak "seperti bisa melihat" dia tahu. Lebih dari itu. Ia memahami ruang tanpa harus menyentuhnya. Ia bisa merasakan warna tanpa mengenal cahaya. Di usia tujuh belas tahun, ia tinggal di sebuah rumah tua di atas bukit, bersama nenek yang terlalu pendiam dan kenangan yang terlalu berisik. Rumah itu berdiri di antara hutan berkabut, jauh dari keramaian. Dindingnya sering berderak pelan seperti menahan rahasia, dan cermin tua di lantai dua... entah mengapa tak pernah bisa dipindahkan. Aurora tumbuh cantik dalam kesepian. Rambut hitam legamnya mengalir seperti malam. Kulitnya pucat, hampir transparan. Matanya kosong, namun dalam seperti danau beku yang menyimpan arus di bawah permukaan. Ia jarang bicara. Jika iya, suaranya datar tapi menenangkan. Seolah ia sedang membaca isi pikiranmu. Seolah ia tahu apa yang tidak boleh diketahui siapa pun. Kadang, orang-orang lupa bahwa ia buta. Tapi yang lebih benar adalah: mereka lupa bahwa Aurora berbeda. Ada sesuatu dalam dirinya yang tidak bisa dijelaskan. Ketika ia tersenyum kecil tak ada yang tahu, apakah itu kebahagiaan... atau peringatan. Ia tidak takut gelap. Gelap adalah rumahnya. Ia tidak takut sunyi. Sunyi adalah teman bicara lamanya. Yang ia takutkan justru adalah dirinya sendiri. Sebab dalam diam yang terlalu dalam, ia sering mendengar suara lain. Suara yang tidak datang dari luar... Tapi dari balik cermin. Dari balik dinding pikirannya sendiri. "Aku adalah kau yang tidak pernah benar-benar mati, Aurora... Aku hanya menunggu untuk hidup kembali." Dan di saat hujan turun, ketika suara langkah terdengar dari lorong padahal tak ada siapa pun... Aurora akan berdiri dengan tenang. Tak mengatakan apa pun. Tapi dalam diamnya, ia tersenyum. Karena ia tahu... Dia telah kembali...
All Rights Reserved
#506
kepribadianganda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kakak Tiriku
  • SWITCH BUTTON [Selesai]
  • Warisan Gandari
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • FEAR
  • Sororis Zone (Zeedel)

Marsha dan Freya-dua saudara tiri yang awalnya hanya orang asing dalam satu rumah. Marsha, dingin dan cuek, sementara Freya ceria dan penuh kejutan. Awalnya, mereka hanya bertukar candaan dan godaan. Namun, perlahan, perasaan di antara mereka berubah. Marsha yang biasanya tak tersentuh mulai merasakan getaran aneh setiap kali Freya mendekat. Sementara Freya semakin menikmati melihat sisi lain Marsha-manja, gemas, dan tak lagi sekadar kakak baginya. Batas di antara mereka mulai kabur. Apakah ini masih sekadar ikatan saudara, ataukah mereka telah melangkah lebih jauh menuju cinta yang tak seharusnya ada? ---- Cerita gabut doang, masih pemula, suka coba coba. Kalau suka vote dan komen Kalo enggak suka tinggal skip aja Kalau nggak nyambung ya udah author cuma coba coba doang. gxg + 🔞 (Hiatus)

More details
WpActionLinkContent Guidelines