Sesal (Sedang Direvisi)

Sesal (Sedang Direvisi)

  • WpView
    LECTURES 110
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé ven., déc. 26, 2025
Aku telah membunuh seseorang. Aku menunggu momen tersebut, namun tak ada sedikitpun kebahagiaan di hatiku, sebab aku hanya ingin melindungi sesuatu Berbagai pikiran berkecamuk dalam diriku. Namun, begitu kembali melihat tubuhnya yang terbujur lemas, kepalaku seketika kosong. Aku membencinya. Entah darimana semua ini berawal, namun ada satu hal yang terus mengganjal. Sesal. (Cover by pinterest.)
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Diary Of Rain [END]
  • Mereka Lupa Aku Juga Terluka [ERINE-END]
  • Hearthless.
  • I Know You
  • SHORT STORY
  • CREATOR
  • REVENGE
  • ADIKARA ELUSIF (END)

Aku beringsut berdiri dan berniat meninggalkan kamar ini secepatnya. Tapi tanganku dicekal olehnya dan langsung ku sentak dengan keras hingga terlepas. "Rain..." panggil Lano namun tak berniat ku hentikan langkah ini ataupun menoleh kebelakang. Namun ketika menyentuh kenop pintu, dua lengan kekar memelukku dari belakang. "Jangan pergi" hembusan nafas yang terasa panas menerpa kulit leherku yang terbuka. Aku memberontak dan memukul-mukul tangannya yang melingkar diperut "Lepas! Lepaskan!!!" teriakku dengan suara parau Bukannya melepas, Lano semakin mengeratkan pelukannya. Tenagaku terkuras habis, sebanyak apapun tenaga yang ku keluarkan untuk lepas dari kukungannya hasilnya tetap sama. Aku masih dalam dekapannya. "Aku benci kau Lano..." Pandanganku memburam seiring mata yang tertutup. Akhirnya aku menyerah dalam pelukannya. Disisa kesadaran aku mendengar suaranya yang nyaris seperti bisikan. "Maaf..."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu