6 Cherry [Byeongagi]

6 Cherry [Byeongagi]

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 14, 2025
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨, "𝘾𝙝𝙚𝙧𝙧𝙮 𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙨." 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯, 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 Wiraya 𝘤𝘩𝘦𝘳𝘳𝘺 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 kesempatan. 𝘠𝘢, 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩. 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 6 𝘢𝘥𝘦𝘨𝘢𝘯 '𝙢𝙚𝙣𝙖𝙧𝙞𝙠' 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘧𝘪𝘭𝘮. 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 6 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘮𝘢𝘵 '𝙞𝙣𝙙𝙖𝙝' 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘯𝘰𝘷𝘦𝘭. 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 6 𝘱𝘰𝘵𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 '𝙥𝙚𝙡𝙚𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥' 𝘱𝘶𝘻𝘻𝘭𝘦. 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 6 𝘭𝘪𝘳𝘪𝘬 '𝙢𝙚𝙧𝙙𝙪' 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘨𝘶 𝘋𝘢𝘯, 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 6 𝘵𝘰𝘱𝘪𝘬 '𝙪𝙩𝙖𝙢𝙖' 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘬𝘰𝘳𝘢𝘯. 𝘞𝘪𝘳𝘢𝘺𝘢, 𝘵𝘰𝘬𝘰𝘩 𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳. 𝘉𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘱𝘢𝘩𝘪𝘵 𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢. 𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳, '𝙈𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙩 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙢𝙥𝙖𝙠 𝙠𝙤𝙣𝙮𝙤𝙡 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙙𝙞𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙟𝙖𝙪𝙝.' start : 15-07-25 end : ??? This story was made with pleasure, so read it with pleasure. -Uburbluesad 🕊
All Rights Reserved
#22
koz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines