I Bought You

I Bought You

  • WpView
    Reads 5,655
  • WpVote
    Votes 590
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 15, 2025
(di revisi) Dibeli oleh pria yang tak di kenal? - Malam berubah menjadi pagi, dan pagi berubah menjadi malam begitu seterusnya, Olivia menjalankan kegiatan rutinnya di restoran milik orang tuanya. Dia mengelola dengan baik, sampai pada akhirnya, malam yang membingungkan datang menghampirinya. Seorang pria misterius, dia tinggi, memakai setelan jas hitam sempurna dan wajahnya sangat menawan, dia masuk kedalam restauran, duduk di tempat pilihannya. Pegawai Olivia segera menghampirinya dan mencatat pesanan miliknya setelah pria itu memesan pegawai Olivia pergi meninggalkannya dan segera menyiapkan pesanannya. Sambil menunggu minuman itu datang, pria itu merokok. Dalam peraturan restoran di larang merokok dan pria itu melanggar nya, membuat Olivia marah, Olivia lalu menegur nya, katanya "Maaf pak... apakah anda tidak membaca peraturan restaurant kami? Kami sudah menetapkan, di dalam restoran di larang untuk merokok" "Apa masalahmu anak muda?! Saya di sini sebagai pelanggan, pelanggan adalah raja bukan? Dan seharusnya anda memperlakukan saya seperti raja, bukan malah memarahi saya" Jawab pria itu, suaranya meninggi dan memberikan Olivia tatapan membatik "Saya tau pak... pembeli adalah raja, namun..." Sebelum Olivia sempat melanjutkan ucapannya itu, dia di tarik oleh pegawai nya "Apa yang kau lakukan Anna? Kenapa kamu menarik saya?" "Maaf nona, saya hanya ingin menghindarkan anda dari masalah, itu saja. Biar saya yang mengurusnya" Olivia hanya mengangguk pelan, Anna segera berjalan ke meja yang di duduki pria itu, dia memberikan pesanan milik pria itu dan memberikan senyuman kecil untuknya. Setelah beberapa menit pria itu duduk di sana, akhirnya dia selesai dengan makanannya. Dia lalu berdiri dan berjalan ke arah kasir, dan kasir itu yang menjaganya adalah Olivia. "Berapa harganya" katanya "Harganya sudah tercantum di tagihan tuan" "Bukan itu yang saya maksud, yang saya tanyakan anda anda. Berapa biyaya anda?" Senyum nakal terpampang jelas dalam rautnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUT OF CONTROL {END}
  • Bound By His Desiderio
  • Bride of the Black Duke
  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry
  • Dalam Dekap Jack
  • 2/365 : ENCHANTED TO MEET YOU
  • My Favorite Chef
  • SHAKARA (END)
  • Destiny Meeting [Ddeungromi]
  • 𝐂𝐚𝐠𝐞𝐝 𝐋𝐢𝐭𝐭𝐥𝐞 𝐃𝐨𝐯𝐞 ⛓️ [ On-Going ]

DARK ROMANCE Gadis itu terkurung dalam ruangan sempit, dinding-dinding dingin mengurungnya seperti jeruji besi tak kasat mata ia meronta-ronta, berteriak ketakutan. "tidaaaakkk, pergiiiii aarrrgghhh pergiiiii", jerit seorang gadis kedua tangan dan kakinya terborgol. "Lepaskan aku! Kumohon!" suaranya pecah, disertai isakan yang semakin lirih. Di luar sana, lelaki bertopeng itu hanya tertawa kecil, menikmati ketakutan yang merayapi tubuh mungilnya. Gadis itu meraung, berteriak hingga suaranya serak, air mata mengalir tanpa henti. Tapi tak ada yang mendengar, tak ada yang peduli. Ia harus keluar. Bagaimanapun caranya. Gadis itu menegang, napasnya memburu saat sosok bertopeng itu melangkah masuk. Cahaya redup dari lampu gantung hanya memperlihatkan siluet tubuh tinggi menjulang, atletis dan memiliki iris mata berwarna amber merupakan perpaduan antara kuning keemasan dan sedikit warna tembaga, yang dihasilkan oleh pigmen lipochrome. Langkahnya begitu tenang, seolah menikmati setiap detik ketakutan yang terpancar dari mata gadis itu. Ia berjongkok, mendekat, lalu membisikkan sesuatu tepat di telinganya. "You will always be under my watch, naughty girl." Tubuh gadis itu bergetar hebat. Jantungnya berdetak liar, tangannya mencengkeram erat kain di tubuhnya. Air matanya jatuh, ketakutan yang ia rasakan semakin mencekik. Lelaki bertopeng itu langsung menarik kasar baju gadis itu membiarkan bajunya terkoyak, ia terus menerus menatapinya seperti ingin memakan gadis yang ada di hadapannya. Lelaki itu tertawa pelan, suara rendahnya terasa begitu mengerikan. Ia bangkit perlahan, berjalan ke sudut ruangan, meninggalkan gadis itu yang kini meraung semakin histeris. Hak Cipta di lindungi Undang-undang No PLAGIAT!!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines