We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
LAB TANPA ETIKA

LAB TANPA ETIKA

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 16, 2025
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Di balik dinding megah Nusantara High School, tempat para siswa berpenampilan rapi dan berpikiran tajam, tersembunyi luka yang tak pernah diperiksa. Luka yang menunggu waktu untuk berdarah. Aldwin Cakrawala, remaja pendiam dan jenius kimia, bukan sekadar korban bullying. Ia adalah gambaran nyata dari jiwa yang perlahan dikikis oleh tawa ejekan, tatapan hina, dan ketidakpedulian sistem. Ketika hinaan menjadi rutinitas dan sekolah tak lagi menjadi tempat belajar, Aldwin membuat keputusan yang mengubah segalanya. Dalam senyap, ia menciptakan sebuah formula kimia yang tak hanya mengancam tubuh, tapi juga mengguncang hati nurani manusia. Satu tetes racun dituangkan ke dalam toren air sekolah. Satu tetes yang mengubah hari-hari biasa menjadi bencana yang tak bisa dilupakan. Sekolah itu dikunci. Isolasi diberlakukan. Satu per satu para pelaku bullying mulai merasakan siksaan yang tak terbayangkan, kulit yang melepuh, tubuh yang panas seperti terbakar dari dalam. Dan ketika dunia akhirnya membuka mata, Aldwin telah tiada. Ia ditemukan tiga hari kemudian, bersama secarik surat yang hanya berisi satu kalimat "Mungkin kalian akan mengingatku setelah semuanya terbakar". LAB TANPA ETIKA bukan sekadar cerita tentang balas dendam. Ini adalah potret getir dari sistem pendidikan yang gagal melihat penderitaan yang bungkam dari generasi yang tumbuh dari tekanan, dari luka yang Diarawat dalam sunyi hingga menjadi senjata. Melalui mata Diara, sahabat Aldwin yang mencoba memahami serpihan keputusasaan itu, kita diajak menelusuri jejak-jejak terakhir yang jenius untuk mencari bukan hanya alasan, tapi juga harapan. Harapan bahwa dari puing-puing tragedi, bisa tumbuh pemahaman haru. Bahwa tidak ada eksperimen yang berbahaya daripada mengabaikan rasa sakit seseorang. Sebuah novel emosional, penuh refleksi, dan menyisakan satu pertanyaan di akhir setiap bab. "Seandainya seseorang mendengarkan, akankah akhir cerita ini berbeda?"
All Rights Reserved
#590
sci-fiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sandyakala
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Story Red Eyes: Playing Eyes (END)
  • Cinta Ini Milik Kita
  • Payback's Sweet
  • ARKALYA (END)
  • Day Of The Dead
  • THE SECRET OF RELYAN
  • RAISA
  • Antara Cinta dan Takut [TERBIT]

"Apa itu cinta?, yang aku tahu hanya dendam dan membalas" Gadis dengan sejuta misteri dan kisahnya, menjalani hidup tanpa arah yang nyata, amerta yang ia kenal adalah rasa dendam kepada sang perebut mimpi. "Darah, itu yang aku mau, darah dari laki laki tua bangka itu" sebuah tekad yang akan ia jalani, yang menjadi alasan dia hidup, filosofi yang ia terapkan selama ini yaitu,satu luka di balas seribu luka, tidak ada pengurangan dan belas kasihan. Jika warna jingga bisa merebut indahnya senja, maka Darah yang akan menggantikan nya. "Bun, kenapa iblis ini kau biarkan hidup?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines