We Were Never Just Friends

We Were Never Just Friends

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 20, 2025
Grizella Sassy Bailara tahu apa yang dia mau dalam hidup. Masuk jurusan impiannya, menjadi seniman independen, dan menggambar tanpa batas. Ia tenang, kritis, dan tak pernah goyah atas pilihan hidupnya. Matthias Adhitama adalah kebalikannya. Hidupnya penuh kebisingan, spontanitas, dan mesin-mesin bengkel yang membentuk dunia kecilnya. Ia menyukai apa yang rumit, termasuk... Grizella. Tiga tahun mereka seperti Tom & Jerry, bertengkar, sindir-sindiran, tapi tak pernah benar-benar lepas. Hingga satu kalimat saling menyakitkan di kelas dua belas mengubah semuanya. Mereka menjauh. Diam. Membeku. Dan tali merah diantara kedua nya kusut. Tiga tahun kebersamaan hilang dalam diam. Tapi tidak selamanya luka ditinggal pergi. Kadang, luka harus dipertemukan ulang di tempat dan waktu yang tidak terduga. Dan Tuhan, seperti biasa, punya cara sendiri untuk memperbaiki dua hati yang saling menyangkal.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#855
sweet
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan