Bloodline Echoes

Bloodline Echoes

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 10, 2025
Darah. Jeritan. Asap. Dan bisikan-bisikan penuh ancaman. Di balik pagar mewah rumah besar yang menjulang tinggi, keluarga kaya itu tidak hidup dalam damai-mereka saling mengincar, saling menjatuhkan, saling menunggu untuk merebut harta warisan yang luar biasa besar. Di dalam sistem yang diciptakan keluarga itu sendiri, hanya yang kuat dan licik yang akan bertahan. Saudara bukanlah saudara. Anak bukanlah penerus-mereka adalah ancaman. Itulah sebabnya malam itu, seorang pria berdiri dalam gelap, menatap dua anaknya dengan mata penuh keraguan dan ketakutan. Anak laki-lakinya, yang baru berusia 3 tahun, sedang tidur di pelukan seorang pembantu yang setia. Sementara bayi perempuan berusia dua tahun itu tertidur pulas di pelukan ibunya, Arumi. "Kamu harus pergi malam ini," ucap pria itu cepat. "Mereka tahu aku punya anak laki-laki. Tapi mereka belum tahu soal adiknya. Belum." Arumi menggigit bibirnya. "Kenapa bukan kita semua saja yang pergi?" "Kita tidak akan selamat kalau tetap bersama. Mereka akan mencari satu arah. Kita harus menyebar. Aku akan buat seolah-olah anak laki-laki kita hilang dalam kekacauan. Dan kamu... kamu bawa adiknya. Jauh. Jangan pakai nama kita. Jangan pernah kembali." Malam itu, dua jalur takdir dipisahkan dengan paksa. Dan dunia mengira semuanya berakhir di situ. Tapi enam belas tahun kemudian... start : 9-12-2025
All Rights Reserved
#583
wonwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bayang-Bayang Kehormatan || MiTzu  [END]
  • Man Without Light
  • About Relationships -Tamat-
  • Dua cangkir satu Meja
  • VANZEAN
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Stetoskop Cinta
  • Sisi-Sisi Dewi (Mini Fiction)
  • Rights struggle (ON GOING)
  • "THE KING"_(ongoing)

Di tengah desa yang penuh rahasia dan dendam, Tzuyu, seorang brandalan dengan masa lalu kelam, dan Mina, gadis yang terjebak dalam kehormatan keluarga, terikat oleh kesalahan yang tak terucapkan. Ketika dunia mereka runtuh, mereka melarikan diri-bukan hanya dari hukuman desa, tapi dari bayang-bayang yang terus mengejar. Dari kebencian yang membara, tumbuh kepercayaan yang rapuh; dari pertarungan berdarah, lahir cinta yang tak terduga. Bersama, mereka menghadapi musuh lama-Jeongyeon yang penuh amarah, ayah Mina yang tak kenal ampun, dan Kim Mingyu, preman haus kekuasaan yang mengincar mereka. Setiap langkah adalah pertaruhan, setiap luka adalah pengorbanan, tapi mereka punya satu mantra: "Kita bareng." Dari gudang tua yang penuh teror hingga kamar kecil yang jadi rumah, Tzuyu dan Mina membangun kehidupan dari reruntuhan-menemukan kebebasan, cinta, dan harapan di tengah badai. Tapi ketika benih baru tumbuh dalam keluarga mereka, bayang-bayang lama kembali mengintai. Akankah mereka bertahan, atau akankah masa lalu akhirnya menelan cahaya yang mereka perjuangkan? Sebuah kisah tentang penebusan, keberanian, dan cinta yang lahir dari abu-karena terkadang, rumah sejati bukan tempat, melainkan seseorang. ✍️ Cerita berdasarkan karya original saya (ide, alur, karakter), dan dibantu oleh Grok. Ini hasil Kolaboratif. -DV- 📝

More details
WpActionLinkContent Guidelines