About You (TAMAT)

About You (TAMAT)

  • WpView
    Reads 823
  • WpVote
    Votes 465
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 11, 2025
Seorang pelukis tak akan bisa melukis jika tak ada sesuatu untuk ia lukis, juga seorang fotografer tak akan bisa memotret jika tak ada objek untuk ia potret. _ Sebuah cerita tentang dua keluarga yang berbeda, cemara namun sederhana? Atau bergelimang harta namun tinggal di sebuah rumah yang penuh kebencian? Kisah tentang dua luka, yang tak sengaja bertemu untuk berusaha saling menyembuhkan. Kisah mereka berdua tak semulus kanvas polos, ataupun kamera digital yang baru dibeli dengan diskon besar-besaran. Kisah cinta mereka berisi rasa sakit, juga canda tawa yang mereka isi sehari-harinya. Bisakah mereka menghadapi rintangan dunia bersama? Atau salah satu dari mereka memilih untuk menyerah?
All Rights Reserved
#764
eventpensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain's Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Nala dan Mas Juragan

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines